Aktivis Lingkungan Desak Penegak Hukum Usut Kasus Kematian Anak Gajah yang Terkena Jerat

Anak Gajah
Petugas memperlihatkan belalai anak gajah liar yang terkena jerat di klinik Pusat Latihan Gajah (PLG) Saree, Aceh Besar, Aceh, Senin (15/11/2021). BKSDA Aceh bersama tim Pusat Kajian Satwa Liar (PKSL) berhasil mengevakuasi seekor anak gajah betina yang diperkirakan berumur 12 bulan setelah mengalami luka serius akibat terkena jerat dibagian tengah belalai pada Minggu (14/11/2021) dikawasan Desa Alue Meuraksa, Kecamatan Teunom, Aceh Jaya. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/hp (ANTARA FOTO/SYIFA YULINNAS)

ACEHSATU.COM | Banda Aceh  – Kalangan aktivis lingkungan hidup mendesak penegak hukum mengusut tuntas kasus kematian anak gajah  yang ditemukan dengan kondisi  infeksi setelah belalainya putus terkena jerat di Aceh Aceh Jaya.

Aktivis lingkungan, Nurul Ikhsan yang juga Koordinator Divisi Hukum dan Advokasi Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh (HAkA) meminta penegak hukum untuk mengusut  tuntas kasus kematian anak gajah setalah terkena jerat.

“Hal tersebut bertujuan untuk membuat efek jera terhadap pelaku agar tidak mengulangi perbuatannya dan menjadi pelajaran bagi warga lain”, ujar Nurul seperti dilansir dilaman Antara.com.

Selain itu, lanjut Nurul, juga untuk memastikan kelestarian satwa dilindungi di Aceh terlebih satwa dilindungi yang terancam punah di alam seper gajah,” kata Nurul Ikhsan.

Seperti yang kita ketahui sebelumnya, lanjut Nurul, kasus kematian satwa dilindungi terkena jerat sering terjadi di Aceh. Sebelum kasus anak gajah tersebut mati, ada tiga harimau sumatra, satu indukan dan dua anaknya mati terkena jerat di Kabupaten Aceh Selatan.

“Jadi, kasus-kasus seperti ini sering terjadi di Aceh. Karena itu, kami meminta aparat terkait mengusut tuntas serta menangkap pelakunya dan dihukum sesuai aturan perundangan-undangan berlaku,” kata Nurul Ikhsan.

Nurul Ikhsan juga mengapresiasi aparat penegak hukum yang telah mengusut kematian gajah di daerah beberapa daerah di Aceh. Termasuk menangkap pelaku perniagaan kulit harimau di Aceh Tengah.

“Kami apresiasi penegakan hukum terhadap pembunuhan gajah. Pembunuhan gajah ini ada dua kasus, di Aceh Timur dalam proses persidangan dan di Aceh Jaya segera disidangkan,” kata Nurul Ikhsan.