oleh

Aksi Sudah Selesai, Jangan Ada Pihak yang Mempelintir dan Mempolitisir Aksi Mahasiswa di PN Lhokseumawe

ACEHSATU.COM | LHOKSEUMAWE – Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh Lhokseumawe membantah pemberitaan di media massa terkait adanya pengusiran terhadap politisi dalam unjuk rasa kasus mursyidah.

Muhammad Fadli selaku koordinator lapangan, Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh Lhokseumawe, Rabu (6/11 /2019), membantah terkait pemberitaan di media massa tertulis mahasiswa telah mengusir politisi yang hadir saat aksi unjuk tuntutan kasus mursyidah di PN Lhokseumawe selasa 04 November 2019 kemarin.

“Itu tidak benar, jangan ada pihak manapun yang mempelintir dan mempolitisir aksi dari hati nurani mahasiswa kemarin di pengadilan Negeri Lhokseumawe,” Katanya.

Muhammad Fadli selaku koordinator aksi menyebutkan Alhamdulillah aksi berjalan sukses dan tuntutan mahasiswa tercapai, kak Mursyidah di vonis hukuman percobaan selama 6 bulan, intinya beliau tidak jadi dipenjara sesuai dengan tuntutan JPU Kejari Lhokseumawe.

“Di dalam aksi kemarin ada beberapa pihak yang memplintir dan kemudian mempolitisir aksi mahasiswa
Kami disini ingin menyampaikan beberapa hal penting agar semua sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan,” jelas M Fadli.

Lanjutnya, “Kami memang tidak memperbolehkan politisi ada di lingkaran aksi atau di wilayah tempat aksi kami kemarin karna disitu ada beberapa orang politisi yang hadir, tujuannya adalah agar tidak menjadi stigma Negatif masyarakat bahwa ada yang menunggangi aksi kami, yang ada kami haramkan politisi bergabung bersama kami karna ini aksi murni dari hati mahasiswa untuk membantu kak Mursyidah yang termarjinalkan dengan hukum yang ada di Indonesia,” Imbuhnya.

Selanjutnya fadli menambahkan, Maksud dari kalimat politisi disini adalah general dan tidak mengarah kepada nama tertentu,seperti yang tertulis di beberapa media masa kemarin lalu, ungkap nya.

“jadi siapapun politisi yang mau ikut serta dalam aksi mahasiswa tidak kami perbolehkan, karna kemarin ada hadir dari perwakilan DPD RI dan juga DPRK kota Lhokseumawe, kami sangat menyayangkan apabila kalimat politisi ini kemudian di definisikan secara parsial hanya untuk nama tertentu sehingga seakan-akan kami mendiskreditkan seseorang dan menjadi salah pemahaman di tengah masyarakat” Ungkapnya.

Ia menambahkan, Jika para politisi kemarin hadir di persidangan pembacaan vonis putusan kak Mursyidah silahkan, karna itu hak semua orang yang kami larang adalah ketika bergabung dengan massa aksi.

Para mahasiswa fakultas Hukum Universitas Malikussaleh Lhokseumawe mengucapkan  terimakasih banyak untuk semua pihak yang ikut membantu kami terkhusus rekan-rekan wartawan dalam mengadvokasikan kasus kak Mursyidah sehingga kak Mursyidah tidak dipenjara.

“Kami juga meminta aparat penegak hukum khususnya Polres Lhokseumawe untuk memproses hukum oknum pemilik pangkalan LPG tempat kak Mursyidah menjadi korban, karena pangkalan tersebut telah melakukan kecurangan dan penimbunan Gas karena itu telah di atur dalam  Permen ESDM No 21 tahun  2007 dan UU No 22 tahun 2001 tentang minyak bumi dan gas.

Menyangkut kasus kak mursyidah ORMAWA FH UNIMAL akan terus mengawal kasus ini sampai tuntas
Karna keadilan harus dirasakan oleh semua rakyat Indonesia bukan untuk segelintir orang saja tutup Muhammad Fadli selaku koordinator aksi. (*).

Komentar

Indeks Berita