Aksi Perempuan, Bergerak di Tengah Bencana Banjir Bandang  Aceh Tengah

Tepatnya di Kecamatan Kebayakan, Desa Paya Tumpi sejak 13 Mei 2020 mengalami banjir bandang.Desa itu diterjang oleh air bah sekaligus dengan kayu-kayu yang datang bersamaan, sehingga mengakibatkan adanya korban  89  jiwa mengungsi  dan 5 orang  luka-luka. 

Aksi Perempuan, Bergerak di Tengah Bencana Banjir Bandang  Aceh Tengah

ACEHSATU.COM | ACEH TENGAH –  Komunitas perempuan yang terdiri dari Balai Syura Perempuan Aceh Tengah (BSPAT), P2TP2A Aceh Tengah Dan KOHATI HMI, bergerak cepat membantu warga Desa Paya Tumpi Aceh Tengah.

Aksi relawan perempuan tersebut berlangsung di Kecamatan Kebayakan, Desa Paya Tumpi.

Air bah menerjang Desa Paya Tumpi pada 13 Mei 2020 lalu telah memporak-porandakan desa tersebut sehingga mengakibatkan adanya korban  89  jiwa mengungsi  dan 5 orang  dilaporkan mengalami luka-luka.

Baca Juga: Aksi Perempuan, Bergerak di Tengah Bencana Banjir Bandang  Aceh Tengah

Balai Syura Perempuan Aceh Tengah (BSPAT), P2TP2A Aceh Tengah Dan juga KOHATI  langsung menanggapi peristiwa ini dengan turun ke lapangan melihat langsung ke lokasi sekaligus menyalurkan bantuan yang digalang secara cepat diinternal lembaga.

Bantuan yang diberikan berupa uang tunai, makanan, serta  sayur-sayuran untuk dapur umum. Bantuan tersebut diantarkan ke tempat pengungsian warga yaitu di SD Paya Tumpi Aceh Tengah.

Menurut Data dilapangan yang di update pada 18  Mei 2020,  ada 13 kepala keluarga yang menetap di pengungsian SD Paya Tumpi, Aceh Tengah saat melakukan kunjungan kembali.

Baca Juga: BREAKING NEWS: Satu Hari Pasca Diterjang Banjir Bandang, Kebakaran Terjadi di Aceh Tengah

Saat  Balai Syura Perempuan Aceh Tengah dan P2TP2A Aceh Tengah  melakukan bantuan dalam bentuk konseling yang dilakukan kepada 20 Anak di pengungsian tersebut.

Di Antaranya ada lima anak yang mendapatkan konseling kusus karena mendapatkan trauma ketakutan dan kesedihan yang lebih mendalam dari pada lima belas anak lainnya.

Pada 19 Mei 2020, BSPAT kembali menghantarkan bantuan masker karena pengungsian ditempati oleh banyak orang.

Masker yang diberikan merupakah hasil buatan relawan perempuan di Relawan Perempuan Untuk Kemanusiaan (RPUK) yang tempo hari menggalang jasa dan bahan untuk pembuatan masker dalam jumlah banyak.

Sampai saat ini kebutuhan yang dirasakan sangat penting oleh pengungsi adalah Hand Sanitaizer karena  ada banyak orang yang datang dan pergi kepengungsian mereka, mengingat sekarang  dalam kondisi menghadapi pandemi covid-19.

Baca Juga: Gebetan Antar Bantuan Korban Banjir Bandang Aceh Tengah

Selain itu juga peralatan sekolah seperti alat tulis dan pakaian sekolah yang sudah hilang terbawa banjir.

Tonton Juga

 

AcehSatu Network
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Optio, neque qui velit. Magni dolorum quidem ipsam eligendi, totam, facilis laudantium cum accusamus ullam voluptatibus commodi numquam, error, est. Ea, consequatur.