Aksi Keprihatinan Penggusuran Rumah Dosen USK

Sehari sebelumnya, delapan rumah dinas dosen Universitas Syiah Kuala (USK) Aceh dibongkar paksa.
Penggusuran Rumah Dosen USK
Zulfikar Muhammad, Direktur Koalisi NGO HAM Aceh dan rekannya menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung Rektorat USK, Selasa (2/11/2021).

ACEHSATU.COM Penggusuran rumah dosen USK menimbulkan reaksi dari masyarakat. Aksi keprihatinan terhadap para dosen penghuni delapan rumah di Sektor Barat, Kopelma Darussalam digelar dua aktivis Koalisi NGO HAM Aceh di depan gedung Rektorat Universitas Syiah Kuala (USK), Banda Aceh, Selasa (2/11/2021).

Sehari sebelumnya, delapan rumah dinas dosen Universitas Syiah Kuala (USK) Aceh dibongkar paksa. Barang-barang penghuni rumah diangkut keluar dan dinding dirusak.

Kebijakan penggusuran delapan rumah dosen itu berkaitan dengan pembangunan gedung FKIP USK.

Zulfikar Muhammad, Direktur Koalisi NGO HAM Aceh beserta seorang rekannya menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung Rektorat USK.

Penggusuran Rumah Dosen USK
Zulfikar Muhammad, Direktur Koalisi NGO HAM Aceh dan rekannya menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung Rektorat USK, Selasa (2/11/2021).

Mereka memampang, poster bertuliskan “Orang Kampus Ada Masalah Dialog! Kalau Gusur Orang Mana Ya?

“Dosen/Guru adalah Pahlawan tanpa jasa, Kok Rumah Pahlawan Digusur??”

Aksi dua aktivis menjelang siang ini menimbulkan perhatian dari para pengguna jalan.

Zulfikar kepada Acehsatu.com mengaku aksi tersebut sebagai bentuk keprihatinan.

“Iya. Aksi keprihatinan. Sengaja tidak dalam jumlah banyak dengan harapan dengan aksi kecil keprihatinan ini dapat membuka kembali ruang dialog antara penghuni rumah dengan rektorat unsyiah,” katanya.

Karena menurut Zulfikar, seharusnya persoalan yang remeh temeh ini dapat diselesaikan secara bijak oleh otoritas kampus tanpa harus menggunakan pendekatan kekerasan.

“Seberapa pun lamanya proses penyelesaian secara dialog, tidak masalah. Karena penyelesaian secara bermartabat lebih penting diatas segalanya termasuk kepentingan pembangunan,” pungkasnya.

Aksi polisi dan Satpol PP

Sebelumnya diberitakan, Universitas Syiah Kuala (USK) mengerahkan aparat Polisi dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Banda Aceh membongkar barang milik penghuni rumah di Areal Sektor Timur Kopelma Darussalam, USK, Senin (1/11/2021).

Amatan di lokasi, aksi pembongkaran barang tersebut sempat terjadi kericuhan karena mendapat perlawanan dari penghuni 8 rumah dinas dosen tersebut.

Pembongkaran itu dilakukan tanpa ada aba-aba atau pemberitahuan kepada pemilik rumah dan langsung melakukan pengosongan.

Ketua Forum Warga Kopelma Darussalam, Dr Otto Syamsuddin dan sejumlah penghuni rumah lainnya menolak aksi paksa aparat Satpol PP.

Pun demikian, aksi pembongkaran paksa tetap dilakukan aparat Satpol PP dengan mengeluarkan barang di dalam rumah ke pinggir jalan.

Kebijakan mengosongkan delapan unit rumah dinas dosen itu dilakukan pihak Rektorat USK yang akan membangun gedung FKIP. (*)