AKIC Sydney Teken MoA Kerjasama dengan FEB USK dan FEBI UIN Ar-Raniry

MoA ini berdurasi 5 tahun dengan fokus kegiatan pada kerjasama di bidang pengabdian kepada masyarakat khususnya pelaksanaan traning dan seminar dengan topik yang disepakati.
Ashabul Kahfi Islamic Centre
Foto Dok. Ashabul Kahfi Islamic Centre

ACEHSATU.COM — Ashabul Kahfi Islamic Centre (AKIC) Sydney, Australia telah menandatangi Memorandum of Agreement (MoA) dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Ar Raniry Banda Aceh, Indonesia.

Acara penandatangan MoA ini dilakukan disela-sela pelaksanaan seminar internasional kedua Islamic Economics, Finance and Technology Australia (IEFTAR 2022) pada Sabtu, 1 Oktober 2022.

Nota kesepakatan (MoA) antara kedua institusi ini, ditandatangani oleh sheikh Dr. Chalidin Yacob, JP sebagai pendiri Ashabul Kahfi Islamic Centre (AKIC) Sydney dan dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Syiah Kuala (FEB-USK) Prof. Dr. Faisal, S.E., M.Si, M.A.

Sedangkan untuk realisasi pelaksanaan MoA tersebut dituangkan kedalam dokumen Implementation Agreement (IA), dimana dokumen ini ditandatangani oleh ketua jurusan Akuntansi Dr. Heru Fahlevi, S.E., M.Sc. dan Dr. Teuku Aulia Geumpana, B.IT, M.Sc. sebagai program chair pelaksana IEFTAR 2022.

Penandatangan kedua dokumen tersebut dilaksanakan di Gedung Greenacre Citizen Centre, tempat pelaksanaan IEFTAR 2022, dimana penyerahannya diwakili oleh Dr. Ratna Mulyany, BACC., MSACC yang pada saat itu juga menjadi pembicara utama pada acara seminar internasional IEFTAR 2022.

MoA ini berdurasi 5 tahun dengan fokus kegiatan pada kerjasama di bidang pengabdian kepada masyarakat khususnya pelaksanaan traning dan seminar dengan topik yang disepakati.

FEB USK sebagai salah satu fakultas favorit di USK, akan menjadi mitra riset dan pengabdian kepada masyarakat AKIC khususnya pada bidang pendidikan akuntabilitas dan tata kelola organisasi keislaman yang menjadi salah satu program kerja utama AKIC dalam mengedukasi komunitas Islam di Australia dan di Sydney pada khususnya.

MoA dengan FEBI UIN

Selain menandatangi nota kesepakatan dengan FEB USK, AKIC juga menandatangani nota serupa dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Ar Raniry Banda Aceh.

Nota kesepakatan ini secara resmi diserahkan kepada pendiri Ashabul Kahfi Islamic Centre (AKIC) Sydney Sheikh Dr. Chalidin Yacob JP di sela-sela pelaksanaan seminar internasional kedua mengenai Islamic Economics, Finance and Technology Australia (IEFTAR 2022).

Nota kesepakatan (MoA) antara kedua institusi ini, ditandatangani oleh sheikh Dr. Chalidin Yacob, JP sebagai pendiri Ashabul Kahfi Islamic Centre (AKIC) Sydney dan dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri (FEBI-UIN) Ar-Raniry Dr. Hafas Furqani MEc.

Penandatangan kedua dokumen tersebut dilaksanakan di Gedung Greenacre Citizen Centre, tempat pelaksanaan IEFTAR 2022 pada hari Sabtu, 1/10/2022, dimana penyerahannya diwakili oleh Dr. Ratna Mulyany BACC MSACC yang pada saat itu juga menjadi pembicara utama pada acara seminar internasional IEFTAR 2022.

MoA ini berdurasi 5 tahun dengan fokus kegiatan pada kerjasama di bidang riset, penyelenggaraan seminar, visitasi akademik dan pengabdian kepada masyarakat.

Sebelumnya, AKIC sudah sering mengundang peneliti dan pengajar dari UIN Ar-Raniry untuk memberikan materi-materi edukasi yang berkaitan dengan tema keuangan Islam ataupun tema keislaman lainnya.

Dr Hafas Furqani (Dekan FEBI UIN) dan Dr Muhammad Yasir Yusuf (Warek UIN Bid Akademik dan Kelembagaan) adalah diantara peneliti dan pengajar dari UIN yang pernah menjadi pembicara di seminar yang diadakan oleh Ashabul Kahfi Islamic Centre Sydney.

Oleh karena itu, nota kesepakatan yang baru ditandatangani diharapkan bisa menjadi penguat hubungan kerjasama yang selama ini sudah terjalin menjadi lebih erat dan bermanfaat bagi umat Islam di Australia maupun di Sydney pada khususnya.

AKIC merupakan organisasi edukasi nirlaba di Australia yang didirikan sejak tahun 1998 di Wiley Park, Sydney.

Sejumlah program dakwah, tarbiyah dan ibadah AKIC bertujuan untuk meningkatkan literasi pendidikan Islam bagi umat Islam di Australia.

FEBI UIN Ar-Raniry Banda Aceh merupakan fakultas pendidikan Ekonomi Islam yang aplikatif dan sangat penting dalam mempersiapkan kebutuhan tenaga kerja di bidang ekonomi dan keuangan syariah.

Dengan mahasiswa aktif tercatat lebih dari 2600 orang, FEBI UIN Arraniry memiliki visi untuk unggul dalam pengembangan keilmuan ekonomi dan bisnis berlandaskan nilai-nilai keIslaman bertaraf Internasional.

Profil Organisasi AKIC

AKIC sendiri merupakan organisasi edukasi nirlaba di Australia yang didirikan sejak tahun 1998 di Wiley Park, Sydney.

Sejumlah program dakwah, tarbiyah dan ibadah AKIC bertujuan untuk meningkatkan literasi pendidikan Islam bagi umat Islam di Australia.

Pendirian organisasi ini dipelopori oleh seorang putera Aceh; Dr. Teuku Chalidin Yacob. AKIC telah banyak memberi warna dalam perjalanan dakwah masyarakat Islam Indonesia di Sydney pada khususnya dan masyarakat Islam Melayu dan Australia secara umum.

Pada awal kegiatan dakwahnya, AKIC fokus untuk mengajarkan pendidikan akhlaq dan budi pekerti Islami pada generasi muda yang hidup ditengah lingkungan budaya non-muslim seperti di Australia.

Dimulai sebagai sekolah kecil dengan hanya 6 siswa yang ingin belajar membaca Quran di daerah Wiley Park.

Melalui cabang organisasi tersebut, Sekolah Bahasa Ashabul Kahfi telah melayani lebih dari 500 siswa untuk belajar Al Quran, studi Islam, bahasa Arab, dan kelas budaya.