oleh

Akibat Pengaruh Dua Putranya, Abu Bakar Baasyir tak Lagi Mendukung ISIS

ACEHSATU.COM — Peneliti terorisme Sidney Jones menyatakan Ba’asyir sempat dibaiat sebagai pengikut gerakan yang menamakan diri ISIS, yang muncul saat Ba’asyir sudah di dalam penjara.

Namun Sidney menyatakan pengaruh dua putra Ba’asyir menyebabkan ulama ini tak lagi menjadi pendukung gerakan kekhalifahan itu.

“Melalui pengaruh anaknya Ba’asyir tak lagi pro ISIS… jelas anaknya Abdul Rochim dan Abdul Rosyid tidak mendukung ISIS. Itu bisa berarti bahwa mereka bisa memengaruhi bapaknya dan kalau begitu, mungkin tak jadi risiko kalau sudah bebas. Karena jelas unsur pro-ISIS adalah kelompok yang paling berbahaya di Indonesia sekarang ini,” kata Sidney.

BACA: Abu Bakar Baasyir Bebas: “Tolak Tanda Tangan Taat Pancasila, tapi Taat pada Islam”

Putra Ba’asyir Abdul Rochim yang ikut mendampingi Yusril Ihza Mahendra mengatakan ayahnya akan langsung pulang ke Solo setelah dibebaskan, “kemungkinan Senin atau Selasa.”

Menyusul serangan bom Bali pada 2002, Ba’asyir ditetapkan sebagai tersangka dan divonis dua tahun enam bulan setelah dinyatakan berkomplot dalam kasus terorisme tersebut.

Setelah bebas pada Juni 2006, ia kembali ditahan pada Agustus 2010 dengan tuduhan terkait pendirian kelompok militan di Aceh.

BACA: Inilah Kisah Hidup Abu Bakar Ba’asyir Yang Patut Mendapat Penghormatan Dari Ummat Ini

Ba’asyir ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus serangan bom di Bali pada 2002. Ia divonis 2,6 tahun penjara setelah dinyatakan berkomplot dalam kasus itu.

Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) pada tahun 2012 ditetapkan oleh Departemen Luar Negeri AS, dalam daftar organisasi teroris asing (FTO).

BACA: Jokowi Mengutus Yusril Untuk Bebaskan Abu Bakar Baasyir, Ada Apa?

Saat itu, JAT dicurigai terlibat dalam berbagai kejahatan antara lain perampokan bank untuk mendanai kegiatan mereka, termasuk serangan bom bunuh diri di sebuah gereja di Solo, Jawa Tengah tahun lalu dan sebuah masjid di Cirebon, Jawa Barat.

JAT didirikan oleh Ba’asyir setelah keluar dari Jemaah Islamiah, yang dinyatakan berada di belakang bom Bali 2002 dan beberapa kasus terorisme. (*)

Sumber: BBC

Komentar

Indeks Berita