Akhirnya Pembunuh Wanita yang Mayatnya Ditemukan di Gunung Salak Teridentifikasi, Pelaku Lebih dari Satu Orang

ACEHSATU.COMKapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto mengatakan pihaknya sudah membentuk tim khusus untuk mengungkap kasus pembunuhan Chiw Yet Hau, sopir taksi online wanita yang jasadnya dibuang ke jurang Gunung Salak, Aceh Utara.

Menurut Eko, dari hasil penyelidikan, pihaknya mulai menemukan titik terang siapa pembunuh Chiw Yet Hau.

Kata Eko, besar dugaan pelaku lebih dari satu orang dan merupakan penumpang korban. 

“Indikasi lebih dari satu orang. Pelaku sudah berhasil diidentifikasi,” kata Eko, seperti dilansir Tribun-Medan.com, Rabu (9/6/2021).

Dia mengatakan, penyidik tengah mendalami siapa penumpang terakhir yang menghubungi korban.

Dari sana, polisi akan tahu orang yang diduga menghabisi nyawa ibu satu anak itu.

Ilustrasi tewas atau jenazah atau jasad (shutterstock.com)

“Semoga membuahkan hasil,” kata Eko. 

Sementara itu, Ayung, suami Chiw Yet Hau mengatakan istrinya sempat minta izin mengantar penumpang ke Langsa.

“Itu saja, yang lain tidak ada bilang. Setelah sampai di sana atau Langsa kita tidak tahu lagi,” kata Ayung. 

Ayung menjelaskan, setelah mengaku ingin mengantar penumpang ke Langsa, Chiw Yet Hau tak menjelaskan lebih lanjut, siapa penumpang yang akan dibawanya ke Medan.

Apakah penumpang yang sama dengan yang memesan di awal dari Kota Medan, atau ada penumpang lain.

“Cuma itu saja,” kata Ayung.

Sementara itu, anak perempuan korban tampak begitu terpukul atas kematian ibunya.

Anak semata wayang korban ini menyebut ibunya adalah sosok pekerja keras. 

“Kalau udah cari duit, lupa segalanya. Mama orang yang pekerja keras,” katanya menahan tangis. 

Dari keterangan keluarga, Chiw Yet Hau berangkat dari Kota Medan pada Kamis (4/6/2021) lalu.

Saat itu, diduga korban mengantar orang yang sudah dikenal ke Aceh.

Pada Minggu (6/6/2021), Chiw Yet Hau ditemukan meninggal dunia dengan kondisi mengalami luka di bagian kepala dan wajah diduga akibat benda tumpul.

Jasad korban ditemukan di jurang kawasan Gunung Salak, Desa Alue Dua, Kecamatan Nisam Antara, Aceh Utara. 

Pascakejadian, keluarga akhirnya menjemput korban ke Aceh dan membawanya pulang ke rumah duka di Jalan Metal, Gang Budi No.22 Lingkungan 18 Tanjung Mulia, Medan. (*)