Akhir Pelarian Pembunuh Ibu dan Anak di Simpang Jernih, Ini Motif Pelaku

Eko menjelaskan pembunuhan itu bermula saat M bertemu dengan R di Desa Bengkelang, Kecamatan Bandar Pusaka, Aceh Tamiang, Kamis (11/2) malam sekitar pukul 22.00 WIB.
Pembunuh Ibu dan Anak di Simpang Jernih
Foto: dok. detikcom

Pembunuh Ibu dan Anak di Simpang Jernih

ACEHSATU.COM | ACEH TIMUR – Dua terduga pelaku pembunuhan ibu dan anak di Aceh Timur, Aceh, ditangkap.

Kedua pelaku, R (46) dan M (37), diciduk 35 jam setelah penemuan mayat korban di kolong tempat tidur.

Diketahui, pelaku R merupakan seorang residivis.

Sedangkan status satu pelaku lainnya, yaitu M, tengah menunggu persidangan terkait kasus lain.

“Kedua terduga pelaku kita tangkap Rabu (17/2) sekitar pukul 03.00 WIB. Pelaku R merupakan residivis dan M sedang menunggu persidangan terkait kasus pengancaman,” kata Kapolres Aceh Timur AKBP Eko Widiantoro kepada wartawan, Kamis (18/2/2021).

Eko menjelaskan pembunuhan itu bermula saat M bertemu dengan R di Desa Bengkelang, Kecamatan Bandar Pusaka, Aceh Tamiang, Kamis (11/2) malam sekitar pukul 22.00 WIB.

Dalam pertemuan itu, R mengajak M menemui seseorang.

Pembunuh Ibu dan Anak di Simpang Jernih
Foto: dok. detikcom

Keduanya berangkat ke lokasi menggunakan motor milik M.

Empat jam berselang, pelaku tiba di Desa Simpang Jernih, Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur.

Setelah memarkirkan motor di perkebunan sawit, keduanya menuju rumah korban.

Korban S (56) dan anaknya berusia 15 tahun tinggal satu kampung dengan kedua pelaku.

Dalam aksinya, M sempat menanyakan tujuan ke rumah korban.

Begitu tiba di lokasi, kedua pelaku disebut mencongkel jendela rumah korban yang terbuat dari kayu.

Keduanya lalu masuk dan R memberi aba-aba ke M untuk membunuh S, yang tengah terlelap.

“Permintaan tersebut diiyakan oleh M. Dengan menggunakan kayu, M memukul korban S. Usai menganiaya korban S, M menghampiri R yang sedang menganiaya N,” jelas Eko.

Menurutnya, R juga meminta M ikut membunuh anak S. Setelah kedua korban tewas, kedua pelaku menyembunyikan jasad korban di kolong tempat tidur.

“Mereka keluar lagi lewat jendela. Kayu serta besi yang dipakai untuk membunuh korban dibuang di semak-semak belakang rumah korban,” ujar Eko.

Pelaku menyebut sang anak sempat diperkosa oleh pelaku. R meminta M ikut menghajar si anak. Namun, menurut Eko, M malah memperkosa anak yang sudah dalam keadaan lemas.

“M memperkosa korban di bawah tempat tidur dengan keadaan mulut sudah berdarah akibat dipukul oleh R. Saat M sedang memperkosa anak korban, R menghantamkan besi bulat yang ia pegang ke kepala S,” jelas Eko.

Setelah dibunuh, jasad kedua korban disembunyikan di kolong tempat tidur. Kedua pelaku lalu ke luar rumah lewat jendela dan membuang barang bukti ke semak-semak.

Polisi masih menyelidiki motif pembunuhan tersebut. Berdasarkan pemeriksaan sementara, pelaku mengaku membunuh korban karena persoalan utang.

“Dari keterangan pelaku R, ia melakukan perbuatan tersebut dilatarbelakangi dendam dan utang-piutang. Namun kami masih mendalami motif yang sebenarnya,” beber Eko. (*)