Politik

Ajakan Kampanye di Mimbar Masjid Menyalahi Aturan, Mualem Harus Mengerti Hukum

Masjid seantiasa menjadi tempat bertafakkur dan membangun kohesi sosial yang baik, tidak ada larangan dalam ajaran agama untuk menjadikan masjid sebagai tempat pendidikan politik sepanjang yang disampaikan itu adalah nilai dan etika berpolitik

Ketua Seknas Jokowi Aceh Mohd July Fuady

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Ketua  Seknas Jokowi Aceh Mohd Jully Fuady menyampaikan agar ajakan Muzakir Manaf atau Mualem supaya para ulama mengkampanyekan Capres Prabowo Subianto di mimbar-mimbar masjid diabaikan karena melanggar ketentuan hukum sebagaimana yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilu yaitu pada pasal 280 ayat (1) huruf h.

Baca Juga: Mualem Ajak Ulama Aceh Kampanyekan Prabowo Melalui Mimbar Masjid

Jika ini tetap dilakukan maka Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) setempat wajib melarang dan melakukan tindakan dalam kapasitas sebagai Penyelanggara  Pengawas Pemilihan Umum.

Selain alasan hukum, ajakan tersebut juga harus diabaikan demi menjaga ukhuwah Islamiyah dan silaturrahim sesama jamaah masjid dan masyarakat.

Menurut pengacara ini, jika itu tetap dilakukan maka akan berpotensi terjadi kesalahpahaman dan konflik sosial yang tidak perlu.

Baca Juga: Ustaz Iwan Tanggapi Pernyataan Mualem: Mimbar bukan untuk Mendakwah Golongan Tertentu

Selain itu Jully Fuady menambahkan dalam masa kampanye ini marilah berkampanye secara etis dengan lebih mementingkan persatuan dan kesatuan masayarakat Aceh di tengah tantangan pembangunan yang sedang terjadi.

“Masjid senantiasa menjadi tempat bertafakkur dan membangun kohesi sosial yang baik, tidak ada larangan dalam ajaran agama untuk menjadikan masjid sebagai tempat pendidikan politik sepanjang yang disampaikan itu adalah nilai dan etika berpolitik”. Ujarnya.

Jully Fuady mengkhawatirkan jika masjid dijadikan ajang pertarungan politik praktis, maka agama akan dijadikan justifikasi untuk menyalahkan dan mengkafirkan pihak lain,  padahal Pilpres adalah agenda konstitusional untuk memilih pemimpin bangsa dan membangun negara menjadi ironi, cita-cita itu hilang dikarenakan muncul kebencian dan fitnah yang dibaluti oleh agama karena perbedaan pilihan Capres  saja ujarnya di Banda Aceh.

Terkait hal ini, Seknas Jokowi Aceh, akan terus berupaya menyarankan agar pengurus masjid yang ada supaya lebih arif dan tegas demi kepentingan yang lebih besar serta akan aktif menghalau dan mengambil sikap tegas terhadap setiap berita dan informasi yang disebarkan yang mengandung Hoax dan kebencian SARA, demikian ujar Jully Fuady.

Sebagaimana diberitakan di beberapa Media Online, Mualem mengajak Ulama berkampanye di Masjid untuk memenangkan Prabowo Subianto pada acara pelantikan pengurus Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Gerindra di Banda Aceh pada Senin 1 Oktober 2018. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top