Air Pembuangan Perkebunan PT Fajar Baizury Genangi Ratusan Ha Kebun Warga Cot Mee

Perusahaan hak guna usaha (HGU) sawit PT Fajar Baizury kembali mengusik masyarakat Desa Cot Mee Kecamatan Tadu Raya, Kabupaten Nagan Raya.
PT Fajar Baizury
Kondisi air pembuangan dari HGU Perkebunan PT Fajar Baizury yang menggenangi kebun warga. Foto Istimewa

ACEHSATU.COM | NAGAN RAYA – Perusahaan hak guna usaha (HGU) sawit PT Fajar Baizury kembali mengusik masyarakat Desa Cot Mee Kecamatan Tadu Raya, Kabupaten Nagan Raya.

Setelah sebelumnya permasalahan lahan masyarakat yang masuk ke dalam HGU perusahaan belum selesai kini ditambah lagi pembuangan air perkebunan milik perusahaan telah menggenangi ratusan hektar perkebunan sawit milik masyarakat.

“Akibat air buangan milik perusahaan, kini ratusan hektar kebun sawit milik masyarakat Desa Cot Mee tidak bisa dipanen karena digenangi air,” ujar Sekretaris Pemuda Cot Mee Samsuar bersama tokoh dan aparat gampong, Kamis (7/1/2021).

Selain menggenangi kebun, jelas Samsuar air buangan tersebut juga membahayakan permukiman penduduk desa karena bila hujan maka air dengan debit yang besar akan menggenangi pemukiman warga dan banjir besar tidak terelakkan.

“Kami sudah berulang kali menyampaikan persoalan tersebut kepada pihak perusahaan, namun mereka tidak pernah merespon baik, mungkin karena desa masih bersengketa dengan pihak perusahaan sebab persoalan lahan desa diklaim milik HGU perusahaan,” ujarnya lagi.

PT Fajar Baizury
Kondisi air pembuangan dari HGU Perkebunan PT Fajar Baizury yang menggenangi kebun warga. Foto Istimewa

Samsuar juga mengaku, masyarakat telah sering menyampaikan sejumlah persoalan yang dihadapi masyarakat Desa Cot Mee dengan perusahaan PT Fajar Baizury kepada pemerintah kabupaten dan DPRK dan DPRA.

Namun hingga sekarang ini tidak satupun persoalan ditangani, mereka selalu abai, dan ketika Pilkada saja mereka umbar janji akan menyelesaikan konflik desa dengan perusahaan.

Masyarakat Desa Cot Mee meminta kepada pimpinan perusahaan PT Fajar Baizury untuk melihat langsung kondisi di lapangan sehingga ada solusi dari pimpinan perusahaan, karena selama ini masyarakat hanya bisa menyampaikan kepada staf perusahaan sehingga tidak dipedulikan.

Masyarakat juga mendesak pemerintah Aceh dan Pemkab juga dewan yang merupakan wakil rakyat di Parlemen untuk membantu rakyatnya dan mendengarkan aspirasi masyarakat Desa Cot Mee yang selama ini selalu diabaikan.

Sampai berita ini diturunkan belum ada keterangan dari pihak PT Fajar Baizury. (*)