Ahmaud Arbery Ditembak Mati Mantan Polisi Kulit Putih dan Cercaan Rasial yang Diterimanya

Ahmaud Arbery Ditembak Mati Mantan Polisi Amerika dan Cercaan Rasial yang Diterima 

ACEHSATU.COM  | WASHINGTON – Ayah dan anak dari satu keluarga kulit putih ditahan di negara bagian Georgia, Amerika Serikat, dengan tuduhan menembak sampai mati Ahmaud Arbery, seorang pemuda Afrika-Amerika tak bersenjata yang sedang berolahraga di sebuah kawasan perumahan.

Salah satu pria yang dituduh membunuh Ahmaud Arbery mengeluarkan cercaan rasial setelah menembaknya demikian menurut hasil persidangan yang digelar di negara bagian Georgia, AS, Kamis (04/06).

Penyelidik negara bagian mengatakan Travis McMichael mengucapkan cercaan rasial dan kata lontaran ketika Arbery tergeletak di tanah.

Arbery sedang olahraga lari ketika dikejar oleh McMichael dan ayahnya pada bulan Februari.

Seorang mantan polisi Gregory McMichael, 64 tahun, dan putranya Travis McMichael, 34 tahun, dituduh melakukan pembunuhan dan penyerangan, demikian kata pihak berwenang setelah penahanan pada Kamis (07/05).

Pria lain, William Bryan, yang merupakan teman Travis McMichael juga menghadapi dakwaan pembunuhan.

Ketiganya menyangkal tuduhan itu.

Peristiwa yang terjadi tanggal 23 Februari itu baru terungkap lewat video yang menyiarkan kejadiannya.

Rekaman video ini menimbulkan gelombang protes menuntut keadilan, terutama setelah diketahui bahwa tiada tindakan hukum apapun dilakukan terhadap para pelaku, ayah dan anak berkulit putih itu.

Kasus ini menyebabkan kemarahan luas setelah rekaman videonya menyebar di dunia maya.

Bagaimana ini bisa terjadi?

Kematian Arbery

Ahmaud Arbery, 26 tahun, sedang joging di kawasan pemukiman kota pantai Brunswick ketika didekati oleh para tersangka, sore tanggal 23 Februari.

Dari laporan polisi, Gregory McMichael seorang bekas polisi mengatakan ia melihat Arbery dan menyangkanya mirip dengan tersangka serangkaian perampokan rumah.

Gregory dan anaknya lalu mengambil senjata dan mengejarnya dengan mobil truk mereka.

Di laporan, Gregory mengatakan: ia dan anaknya meminta Arbery berhenti, karena ingin bicara dengannya lalu anak muda itu menyerang Travis. Masih menurut versi Gregory, terjadi tembakan dan Arbery jatuh.

Ayah Arbery, Wanda Cooper Jones, menjelaskan bahwa polisi mengatakan kepadanya, anaknya terlibat perampokan sebelum peristiwa itu.

Wanda dan keluarga tak percaya bahwa anaknya yang senang joging itu terlibat kejahatan. Lagipula anaknya tak bersenjata.

Sebagaimana dilaporkan jaringan TV CBS, saat konfrontasi terjadi, beberapa telepon panggilan darurat dilaporkan terjadi.

Salah satunya, seorang warga mengaku ia melihat seorang pria kulit hitam berada di sekat rumah yang sedang dibangun.

Ketika ditanya apa yang dilakukan si pria, penelepon itu bilang ia berlari di jalan.

Video yang menentukan

Gambar yang direkam oleh seorang warga lain memperlihatkan ayah dan anak McMichael menunggu Arbery, yang berlari ke arah mereka, di hari yang terang.

Dalam video 36 detik yang direkam dari sebuah kendaraan yang berada di belakang mobil truk, terlihat seorang pria joging mendekati truk dari belakang.

Pria ini berusaha memutar, dan terlihat bersitegang dengan seorang pria yang membawa senapan. Lalu terjadi teriakan dan suara letusan senapan terdengar.

Ada pria kedua berdiri di bak truk. Pria ini lalu terlihat membawa senapan di sebelah pria pertama. Lalu Arbery menghilang dari gambar.

Biro penyelidik menyatakan ayah dan anak ini mengkonfrontir Arbery, dengan dua senapan terpisah, dan si anak yang menembak Arbery.

Apa yang dikatakan penyidik Georgia di pengadilan?

Agen Khusus Richard Dial dari Biro Investigasi Georgia berkata dalam persidangan bahwa rekan terdakwa William Bryan mendengar Travis McMichael mengucapkan cercaan setelah menembak Arbery.

“Bryan mengatakan bahwa setelah penembakan terjadi sebelum kedatangan polisi, ketika Arbery terbaring di tanah, dia mendengar Travis McMichael mengucapkan sesuatu,” kata Agen Dial.

Agen Dial mengatakan, McMichael mengucapkan cercaan yang sama berkali-kali di media sosial.

Penyelidik juga menemukan teks hinaan rasial di telepon Bryan, katanya.

Arbery family lawyer S Lee Merritt in a face mask with George Floyd written on itPengacara keluarga Arbery Lee Merritt menghadiri sidang dengan mengenakan masker bertuliskan George Floyd, yang meninggal di tangan polisi di Minneapolis (EPA)

Dia menggambarkan bagaimana McMichael dan Bryan mengejar Arbery dengan truk pick-up saat dia berlari di lingkungan mereka.

Dia mengatakan Arbery berulang kali mencoba melarikan diri dan Travis McMichael menembaknya tiga kali.

Ditanya oleh pengacara Travis McMichael kemungkinan McMichael melakukan itu karena membela diri, dia mengatakan bahwa justru Arbery yang membela diri.

“Saya meyakini keputusan Arbery adalah mencoba melarikan diri dan ketika dia merasa tidak bisa melarikan diri, dia memilih untuk melawan,” katanya.

Duka keluarga

Ayah korban mengatakan kepada program PBS Newshour bahwa anaknya biasanya berolahraga di daerah itu setiap hari, dan ia tinggal di rumah ibunya di dekat situ.

“Saya tak tahu kenapa mereka mengeluarkan prasangka rasial kepadanya dan membunuhnya seperti itu. Yang ia lakukan hanya berolahraga untuk menyehatkan badannya sendiri, karena ia punya cita-cita yang ia kejar, kata Marcus Arbery.

“Kini mimpinya musnah. Mereka membunuhnya dengan sia-sia.

Sehubungan dengan sangkaan anaknya terlibat dalam perampokan, Marcus Arbery mengatakan itu “bohong “.

“Video itu bicara sendiri, katanya. “Lihat, eksekusi yang mereka lakukan.

Pengacara keluarga, Benjamin Crump, mengatakan rekaman video itu memperlihatkan “eksekusi yang mengerikan”.

LIHAT VIDEO:

Crump menyatakan bahwa Gregory McMichael tidak ditindak karena ia pernah bekerja sebagai polisi dan detektif di kejaksaan lebih dari 30 tahun.

Kemurkaan dan protes

Sebelum video itu disiarkan, Kejaksaan Brunswick mengatakan tiada alasan untuk menahan ayah dan anak McMichael.

Mereka bersembunyi bahwa tindakan mereka itu sesuai dengan hukum, yaitu “penangkapan oleh warga negara yang berlaku di Georgia.

Menurut hukum ini, warga negara bisa bertindak jika mereka menjadi saksi atau “mengetahui dengan pasti sebuah kejahatan dilakukan oleh seseorang yang dicurigai.

Menurut pengacara sipil, kasus Ahmaud Arbery tidak cocok dengan aturan ini.

Sesudah video ini disiarkan, banyak suara yang menyerukan agar tindakan dilakukan kepada ayah dan anak ini.

Lebih dari 100 orang ikut serta dalam protes di kota kecil itu Selasa (05/07) malam dan puluhan ribu orang menandatangani petisi dalam beberapa jam, menuntut keadilan untuk Ahmaud, serta pengunduran diri Kepala Kejaksaan George Barnhill.

Bekas Wakil Presiden dan calon presiden Partai Demokrat Joe Biden bercuit di Twitter: “Video ini jelas. Ahmaud Arbery dibunuh dengan darah dingin. Hati saya bersama keluarga, yang berhak atas keadilan, saat ini juga. Tiba saatnya untuk membuat penyelidikan yang transparan dan menyeluruh terhadap pembunuhan ini.”

Sedangkan Gubernur Negara Bagian Georgia, Brian Kemp, bercuit bahwa warga Georgia “berhak mendapat jawaban”. (*)