Subulussalam

Agunan Ditahan Meski Kredit Lunas, Nasabah BTPN Ini Merasa Dipermainkan

HERMANSYAH LINGGA menunjukkan bukti pelunasan kredit pada BTPN KCP Subulussalam | ACEHSATU.COM/NUKMAN ARUNG

HERMANSYAH LINGGA menunjukkan bukti pelunasan kredit pada BTPN KCP Subulussalam | ACEHSATU.COM/NUKMAN ARUNG

Laporan Nukman Arung

ACEHSATU.COM, SUBULUSSALAM – Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) KCP Subulussalam dituding telah mempermainkan nasabah.

Hal itu diungkapkan salah seorang nasabah kredit BTPN KCP Subulussalam, Hermansyah Lingga kepada ACEHSATU.COM, Senin (14/3/2016).

Hermansyah Lingga(29 Tahun) mengatakan, dirinya telah melunasi cicilan kredit beserta bunga pada bank tersebut sejak Kamis, 3 Maret 2016. Namun, hingga saat ini sertifikat rumah miliknya yang oleh pihak bank dijadikan sebagai agunan belum juga dikembalikan tanpa alasan jelas.

Hermansyah Lingga bersama bukti pelunasan kredit yang ditunjukkan kepada wartawan media ini, juga menjelaskan bahwa ia mengajukan kredit sebesar Rp 60 Juta kepada BTPN KCP Subulussalam pada tanggal 13 juni 2015 lalu yang diangsur selama 60 bulan dengan angsuran Rp 2.050.000 per bulannya.

Pada bulan kesembilan, Hermasnyah memilih melakukan pelunasan sisa kredit sebesar Rp 55.936.090 berikut denda penalti penutupan kredit Rp 8.200.000 serta ditambah lagi kewajiban membayar beban bunga berjalan, yaitu sebesar Rp 2.000.000.

Selama sembilan bulan perjalanan kredit, ia juga telah rutin menyetor angsuran dengan total pembayaran mencapai Rp 18.450.000. Artinya, keseluruhan biaya yang telah dibayarkan Hermansyah kepada bank tersebut berjumlah Rp 86.636.090.

Atas pembayaran itu, pihak BTPN KCP Subulussalam kemudian mengeluarkan Surat Keterangan Pelunasan Kredit. Namun, ketika ia meminta agar agunan berupa sertifikat hak milik tanah dikembalikan, pihak BTPN menolak mengembalikan dengan alasan hal tersebut harus terlebih dahulu diberitahukan ke Jakarta.

“Sementara dalam perjanjian kami, sertifikat yang saya agunkan ditahan oleh pihak bank dan dapat dikembalikan lagi jika saya telah melunasi segala bentuk beban utang dan biaya lainnya,” sebutnya.

Dijelaskannya lagi, setelah melakukan pelunasan, pihak bank hingga saat ini tak kunjung mengembalikan agunannya itu. Bahkan hal tersebut telah berulang kali ditanyakan ke pihak bank tapi tetap tidak digubris.

Merasa dipermainkan, Hermansyah Lingga dengan bukti yang ia pegang, berencana melaporkan pihak BTPN KCP Subulussalam ke Kepolisian dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Banda Aceh. Ia juga menyebarkan persoalan ini lewat akun media sosial miliknya.

Sementara itu, pihak BTPN KCP Subulussalam yang dimintai tanggapannya melalui Angga, karyawan bank tersebut, mengakui bahwa Hermansyah Lingga merupakan salah satu nasabah mereka. Namun Angga membantah jika pihaknya dituding mempermainkan nasabah.

“Hermansyah Lingga telah melakukan pencemaran nama baik BTPN KCP Subulussalam melalui media sosial, kami menyesalkan sikap nasabah kami tersebut,” tutup Angga.(*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top