Aduh!!!!, Lagi Santri Klaster Megetan Asal Tamiang Reaktif Rapid Tes

Aduh!!!!, Lagi Santri Klaster Megetan Asal Tamiang Reaktif Rapid Tes

ACEHSATU.COM [ ACEH TAMIANG –  Satu lagi santri klaster Temboro, Magetan, Jawa Timur asal  kampung Semadam, Kecamatan Kejuruan Muda, Aceh Tamian reaktif rapid tes.

Dinas Kesehtan Aceh Tamiang menetapkan status santri tersebut “Pelaku Perjalanan dengan Hasil Tes Reaktif (PPHTR)” dikarenakan yang bersangkutan tidak memiliki gejala sakit namun memiliki riwayat perjalanan yang berasal dari daerah transmisi klaster Temboro, Magetan, Jawa Timur.

Juru bicara pemerintah encegahan Covid-19 Aceh Tamiang, Agusliyana Devita kepada Acehsatu.com, Minggu (3/5/2020) mengatakan, salah seorang warga Kampung Seumadam Kejuruan Muda memiliki hasil reaktif terhadap rapid tes, Dinas Kesehatan menetapkannya pada status “Pelaku Perjalanan dengan Hasil Tes Reaktif” dikarenakan yang bersangkutan tidak memiliki gejala sakit namun memiliki riwayat perjalanan yang berasal dari daerah transmisi klaster Temboro, Magetan, Jawa Timur.

“Pasien ini berasal dari daerah transmisi klaster yang sama dengan pasien positif covid-19 nomor 01 dan 02, Aceh Tamiang. Meski tanpa gejala, Tim gugus tugas tetap memeriksa kondisi yang bersangkutan dan melakukan rapid test sebanyak dua kali, pertama pada 21 April dan kedua pada 2 Mei 2020. “Hasil rapid tes pertama, tidak reaktif atau negatif sedangkan rapid tes kedua kali hasilnya reaktif atau positif,” tutur Devi.

Mendapati hasil yang berbeda tersebut, lanjut Devi, Tim gugus tugas kemudian, melakukan koordinasi guna menentukan tindakan yang harus diambil, diputuskan mengirimkan pasien “Pelaku Perjalanan dengan Hasil Tes Reaktif” ke RSCM Lhokseumawe guna dilakukan guna pemeriksaan lebih lanjut dan menentukan statusnya.

Rapid Tes Keluarga PDP

Tim gugus tugas percepatan dan pengendalian covid-19 Kabupaten Aceh Tamiang telah melakukan Rapid tes pada seluruh anggota keluarga pasien yang berstatus PDP dengan riwayat perjalanan daerah transmisi Temboro, Magetan, jawa Timur.

“Hasil rapid tes seluruh keluarga pasien negatif covid-19 namun mereka di himbau untuk mematuhi protokol kesehatan selama masa pandemi covid-19, terutama melakukan karantina mandiri selama 14 hari.

Selaku Jubir Pemerintah, Devi  tidak lupa kembali mengimbau warga Aceh Tamiang untuk tidak memberikan stigma negatif kepada para pasien Terkonfirmasi Positif Covid-19 maupun yang reaktif terhadap hasil rapid test

“Tingkat akurasi hasil rapid test berkisar 70 sampai 80 persen. Masih memerlukan pemeriksaan lanjutan. Namun jangan lantas memberikan stempel atau stigma negatif apalagi sampai mengucilkan keluargany,” harap Devi.(*)