Adios Maradona

Berkat raihan tersebut, dia menggeser Pele dalam sebuah jajak pendapat untuk menentukan siapa pemain terhebat pada abad ke-20.
Adios Maradona
Karikatur @acehsatu.com

“Olahraga inilah yang memberikan saya kebahagiaan. Ini seperti menyentuh langit dengan tanganmu. Terimakasih kepada bola, terimakasih sepak bola,” (DAM)

Pernyataan Diego Armando Maradona di atas menggambarkan kehidupannya yang penuh lika-liku.

Ia mampu melepas kehidupan kumuh dan miskin di Beunos Aires dengan menjadi pemain bola paling legendaris.

Sepanjang kariernya, Maradona mengemas 259 gol dalam 491 pertandingan.

Berkat raihan tersebut, dia menggeser Pele dalam sebuah jajak pendapat untuk menentukan siapa pemain terhebat pada abad ke-20.

Kelenturan, kegesitan, visi, kemahiran mengendalikan bola, kepiawaian menggiring bola, dan kemampuan mengoper secara akurat adalah ciris khas sang bintang.

Adios Maradona
Karikatur @acehsatu.com

Raihan 34 gol dalam 91 kali penampilan bersama timnas Argentina hanya menggambarkan sekelumit kisah dalam karier Maradona yang berjalan seperti rollercoaster.

Maradona turut mengantarkan ‘Tim Tango’—julukan timnas Argentina—menjuarai Piala Dunia 1986 di Meksiko setelah mengalahkan Inggris.

Maradona mengecap kontroversi golnya yang belakangan mendapat julukan yang melekat pada dirinya sebagai Tangan Tuhan.

Meski penuh kontroversi, Sang Bintang mencatat sejarah kemenangan bagi Argentina.

Rakyat Argentina bersuka cita – setelah empat tahun sebelumnya kalah dalam Perang Malvinas dari Inggris.

Setelah pensiun, gaya hidup sang bintang semakin kacau.

Dia terlibat dengan sindikat kejahatan Camorra, ketergantungan kokain, dan larut dalam gugatan hukum terkait anak.

Tercela, menginspirasi, menghibur, hebat, di atas segalanya. Itulah Diego Maradona. Hidup yang jauh dari biasa.

Namun ia tetap mempesona, terkenal, luar biasa, jenius, juga keterlaluan. DAM, ikon pesepak bola yang tercela.

Adios Maradona… (*)