Adegan Panas! Ini Cerita Lain dari Heboh Hubungan Intim di Kamar 607 Hotel di Kembangan

ACEHSATU.COM – Sebuah hotel di Jalan Kembangan Raya, RT 009 RW 01 tiba-tiba jadi sorotan terkait sejoli tamunya melakukan hubungan intim lupa menutup tirai jendela.

Adegan panas tamu yang menempati sebuah kamar di lantai atas terlihat sejumlah orang dari seberang jalan.

Seperti dikutip dari Tempo.co, Seorang juru parkir yang meminta namanya disamarkan, sebut saja Sugiyono berujar, sudah tiga kali menyaksikan hubungan intim di hotel itu.

“Saya sudah lihat tiga kali. Sebelumnya saya lihat dua minggu yang lalu sebelum itu. Tapi di kamar yang tengah,” kata dia, kepada Tempo, di Kelurahan Kembangan Utara, Kembangan, Jakarta Barat, Selasa, (28/7/2020).

Kamar tengah yang dimaksud Sugiyono adalah sebuah kamar yang berada di sisi kiri kamar 607, yang penghuninya terciduk berhubungan badan tanpa menutup tirai jendela pada Jumat, 24 Juli lalu. “Keasyikan mungkin, sampai lupa tutup horden,” ujar dia, terkekeh.

Pria 48 tahun ini menyatakan, setelah kejadian di RedDoorz itu jadi tontonan, orang-orang di kawasan hotel itu tak diberitahu. “Kalau kita ‘rame-rame’, ya kasihan sama yang punya hotel, digerebek sama warga,” katanya.

Menurut Sugiyono, peristiwa di kamar yang kini diberi tirai cokelat itu, sudah dilihat sejak Kamis malam. Dan kejadian yang melibatkan sejoli berinisial MI dan DA ini terulang di Jumat siang atau pukul 14.00 WIB. “Si laki-laki tiduran dan perempuan kayak lagi belajar, dia kayak lagi tulis-tulis gitu,” tutur Sugiyono lagi, menceritakan adegan setelah kedua pasangan itu bercinta.

Adegan panas dua sejoli di lantai 6, kamar 607 itu meluas setelah direkam video pengunjung warung di seberang jalan.

Penjual es kelapa di dekat hotel, bercerita sebelumnya tidak pernah mendengar atau menyaksikan kejadian serupa.

“Saya kagak lihat, kagak tahu ada begituan. Ini baru tahu dari video,” kata penjual es yang mengaku bernama Nur tersebut. Tapi malamnya, dia mengaku melihat sejumlah polisi mendatangi hotel itu

Senada dengan Nur. Mursid, warga RT 009 ini menyatakan, kejadian semacam itu baru pertama terjadi. Tak ada peristiwa yang sempat heboh sebelumnya. “Sebelumnya enggak ada. Ya, baru yang kemarin lagi rame,” kata pemilik kios di trotoar dekat hotel.

Jendela kamar yang menjadi tontonan sejumlah orang itu menghadap jalan. Sementara posisi hotel melengkung ke belakang berbentuk L. Di bagian bawah berbaris sejumlah kios, toko, dan swalayan. “Malah kawanku meminta handphone saya, katanya mau lihat kejadian lagi viral,” ujar Maulana, penjual mi goreng yang lain.

Belakangan, Satpol PP Jakarta Barat  memanggil pihak pengelola hotel tersebut untuk mengklarifikasi kasus itu. (*)