Budaya dan Seni

Adakan Sosialisasi UU Pemajuan Kebudayaan RI, Pentas Sagoe Bakal Tampilkan Pertunjukan 60 Pemain Uroeh Rapa’i Pase

Kebudayaan itu adalah identitas suatu bangsa, bangsa yang tidak hirau terhadap kebudayaan mereka maka adalah bangsa yang akan kehilangan identitas.

Foto | Istimewa

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Ditemui di Pentas Sagoe, Setui, lingkup Taman Seni dan Budaya Aceh, M Yusuf Bombang (panggilan khasnya Apa Kaoy) menjelaskan bahwa Pentas Sagoe bakal laksanakan Sosialisasi Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan RI pekan depan, Senin (25/12/2017).

Sosialisasi UU Pemajuan Kebudayaan RI direncanakan berlangsung di Lapangan Kemukiman Buah Gampong Meunasah Pante, Kecamatan Baktya Barat, Kabupaten Aceh Utara.

“Supaya masyarakat Indonesia, khususnya Aceh, paham bahwa kebudayaan sudah diperhatikan oleh pemerintah pusat, maka sosialisasi Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan sangat penting dilakukan,” papar Apa Kaoy kepada ACEHSATU.COM.

Kebudayaan itu adalah identitas suatu bangsa, bangsa yang tidak hirau terhadap kebudayaan mereka maka adalah bangsa yang akan kehilangan identitas, ketika kebudayaan hilang, maka identitas bangsa tersebut pun menjadi tidak jelas.

“Dengan melihat kebudayaan, maka orang bisa menebak bahwa suatu personal warga dunia bisa menebak dari mana asal mereka, sebegitu pentingnyalah kebudayaan agar terus terpelihara,” ungkap Apa Kaoy.

Pelaksanaan Sosialisasi Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan sedianya diancang pada Jumat, 29 Desember 2017 pada pukul 20:30 WIB s.d. selesai. Kegiatan ini berbentuk Pertunjukan Uroh Rapa’i Pase, dikemas dengan tujuan sosialisasi dari pihak Kemendikbud.

Menghadirkan mata acara; Peunajoh Timphan, Piyasan Rapa’I, Seungeu Rapa’i Musem Keunong Sa. Pertunjukan kesenian daerah berupa Rapa’I Uroh menampilkan dua Grup Rapa’I yakni; Grup Rapa’I Pase Raja Buwah dan Grup Rapa’I Pase Mulieng.

Ditampilkan pula dalam acara yang digagas oleh kerjasama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan perwakilan dari Pusat, Direktur Kesenian Kemendikbud bersama Pentas Sagoe suatu kolaborasi pertunjukan dari tokoh seniman Aceh yakni; Agus Nur Amal, Muda Belia juga Syeh Didong dari Gayo serta seniman Aceh lainnya.

Pentas Sagoe pimpinan MY Bombang (Apa Kaoy) merupakan lembaga The Marginalized Cultures dengan visi/misi mengangkat kesenian di daerah yang belum mencuat ke publik, sebuah lembaga kesenian yang bertujuan melakukan berupa pengajaran, pelatihan, uji karya dan promosi karya.

Para tim sosialisasi di kegiatan tersebut antaranya adalah dari unsur; Tenaga Ahli Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud Republik Indonesia, Alexander S Purnawan, Direktur Kesenian/Kasubdit Seni Pertunjukan Kemendikbud Republik Indonesia, Restu Gunawan atau wakilnya yaitu Yusmawati.

Dari schedule panitia diketahui bahwa kegiatan sosialisasi UU Pemajuan Kebudayaan RI akan turut dihadiri oleh stackholder dari unsur pemerintahan antara lain; Bupati Aceh Utara, H Muhammad Thaib (Cek Mad) juga dari unsur Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Drs Reza Fahlevi. (*)

1 Comment

1 Comment

  1. Harga Speaker Aktif Simbadda

    25 Desember 2017 at 7:36 pm

    Harga Speaker Aktif Simbadda

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top