Ada Wacana Honor PDPK Tetap Tapi Bekerja Hanya Sampai September 2022

Terkait pengurangan honorium Pegawai Dengan Perjanjian Kerja (PDPK) tahun 2022 ada wacana tenaga honorer ini bekerja sampai September 2022 setelah itu dirumahkan.
siswa divaksin
Wakil Bupati Aceh Tamiang mengungkapkan baru 8,11 persen siswa sekolah di daerahnya yang disuntik vaksin. Rabu (15/9/2021) acehsatu.com/ist

ACEHSATU.COM [ ACEH TAMIANG – Terkait pengurangan honorium Pegawai Dengan Perjanjian Kerja (PDPK) tahun 2022 ada wacana tenaga honorer ini bekerja sampai September 2022 setelah itu dirumahkan.

Namun wacana tersebut tidak disepakati Bupati  dan Wakil Bupati Aceh Tamiang karena rasa empati terhadap tenaga PDPK yang sudah lama bekerja di lingkungan Pemkab Aceh Tamiang.

Kondisi tersebut diungkapkan Wakil Bupati Aceh Tamiang, T Insyafuddin kepada acehsatu.com, Selasa (30/11/2021), menurut Wabup, dalam rapat pembahasan anggaran bersama dewan dan eksekutif, terlontarkan wacana mempekerjakan PDPK sampai September 2022 karena beranggapan anggaran tiga bulan selanjutnya dapat ditambah di perubahan APBK.

Namun wacana tersebut tidak disahuti ekskeutif khawatir jika angagaran perubahan devisit atau terjadi rekofusing lagi maka tiga bulan selanjutnya PDPK sudah pasti tidak bekerja sehingga berdampak terhadap ekonomi keluarga 2000 lebih tenaga honorer ini.

pdpk aceh tamiang
Ilustrasi : Tenaga PDPK Aceh Tamiang/ist

“Walaupun honor dikurangi 200 ribu mereka tetap bekerja 12 bulan dan menerima honor setiap bulannya kaluapun ada aggaran diperubhan tinggal tambah saja,” ujar Wakil Bupati T Insyafuddin.

Wabup juga mengaku saat pembahasan anggaran tidak sampai hati mengurangi honor PDPK yang tak seberapa itu namun ini win-win solusi yang ditempuh Bupati untuk mempertahankan tenaga PDPK agar terus bekerja.

“Saya  dan Bupati empati terhadap tenaga PDPK ditengah kondisi pandemi saat ini sehingga berupaya mempertahankan mereka tetap bekerja,” pungkas Wakil Bupati Aceh Tamiang ini (*)