Ada Perencanaan Pembunuhan, Ini 6 Fakta Terbaru dari Pasangan Kekasih Sadis yang Habisi Nyawa ABG

ACEHSATU.COM – Terungkap fakta-fakta dari kasus pembunuhan sadis yang dilakukan pasangan kekasih, KN (17) dan S (16), terhadap A (17) di Kota Pekalongan. KN dan S menjalani rekonstruksi di lokasi kejadian hari ini.

Rekonstruksi pembunuhan sadis pasangan kekasih terhadap ABG di Kota Pekalongan, Kamis (23/7/2020). (Foto: Robby Bernardi/detikcom)

Dalam rekonstruksi yang digelar di bantaran Sungai Klego-Krapyak dan kompleks kantor Satreskrim Polres Pekalongan Kota, pasangan kekasih itu memperagakan 35 adegan. KN dan S melakukan reka ulang dari aksi pembunuhan yang terjadi pada Rabu (15/7) sore lalu.

Menurut Kasat Reskrim Polres Pekalongan Kota AKP Ahmad Sugeng, dari berita acara dan reka ulang tersebut, sudah ada perencanaan pembunuhan yang dilakukan oleh tersangka KN dan S.

“Kita gelar rekonstruksi, ada 35 adegan. Tidak ada temuan baru dalam rekonstruksi ini. Apa yang disampaikan sama dengan reka ulang ini,” kata Ahmad Sugeng, seperti dilansir detikcom, Kamis (23/7/2020).

“Rekonstruksi ini adalah teknis penyidik dalam melakukan penyelidikan, kita dapatkan gambaran dan untuk mencocokkan dalam berita acara,” tambahnya.

Berikut fakta-fakta dari rekonstruksi aksi pasangan kekasih sadis habisi ABG di Kota Pekalongan tersebut:

1. Pantauan detikcom di lokasi rekonstruksi, terlihat adegan pasangan kekasih itu pesta minuman keras (miras) jenis ciu sebelum melakukan aksi sadisnya. KN, S dan temannya minum ciu di sebuah pos ronda.

2. Selanjutnya, sekitar pukul 21.30 WIB korban A mendatangi KN dan S. Ketiganya kemudian berboncengan naik motor milik A. Mereka sempat berhenti di rumah KN untuk ambil baju, kemudian ke Stadion Hoegeng, dan ke rumah teman KN.

3. Selama bepergian bertiga itu, di luar sepengetahuan A, KN bertanya ke S apakah betul A yang akan dibunuh.

“Ya, ada perencanaannya (pembunuhan),” kata Ahmad Sugeng.

“Rencananya dieksekusi di Stadion Hoegeng. Oleh S, diarahkan ke bantaran Sungai Klego,” sambungnya.

4. KN kemudian minta diantarkan A ke bantaran Sungai Klego untuk buang air besar. S menunggu di rumah teman KN. Sesampainya di bantaran sungai, KN dan A sempat mengobrol. Bahkan, KN juga sempat buang air besar di lokasi.

5. Usai buang air besar, KN duduk mendekati S. Dengan sadis, KN langsung menusuk tubuh S berulang kali memakai pisau dapur yang sudah dibawanya sejak awal.

Korban sempat melawan namun akhirnya tak berdaya dengan luka tusukan yang dialaminya. Melihat korbannya tersungkur, KN kembali menusuk korban dan dan menginjaknya sebelum akhirnya kepala korban ditutup semak-semak.

6. Setelah beraksi, KN lantas membawa motor milik korban dan menjemput S di rumah temanya. Keduanya kemudian kabur ke Stadion Hogeng. Dalam rentan waktu sebelum diamankan polisi, KN mencoba menjual motor milik korban yang di-posting ke sejumlah grup jual beli di Facebook. (*)