oleh

Aceh Tiadakan Pawai Takbir Keliling

Aceh Tiadakan Pawai Takbir Keliling

ACEHSATU.COM | BANDA ACEHPenyebaran virus corona di Aceh semakin meningkat. Guna mengantisipasi penyebaran, maka pawai takbir keliling ditiadakan.

Sebelumnya, dalam menyambut Idul Adha 1441 Hijriah/2020 Masehi Aceh selalu melakukan pawai takbir keliling.

Kepala Biro Keistimewaan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Aceh, Zahrol Fajri di Banda Aceh, Kamis (30/7/2020) mengatakan, pawai takbir keliling Idul Adha di Aceh tahun ini kita tiadakan karena mengikuti anjuran pemerintah untuk menghindari keramaian.

Peniadaan pawai takbir yang biasanya dipusatkan di halaman depan Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh itu tidak terlepas dari pertimbangan pandemi Covid-19 yang masih melanda Indonesia umumnya dan Aceh khususnya.

Walaupun pawai takbir keliling tidak dilaksanakan karena Covid-19, tapi takbir di masjid dan meunasah (mushala) tetap dilaksanakan.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar melaksanakan takbir di masjid dan meunasah masing-masing agar syiar dan dakwah Islam tetap terlaksana,” kata Zahrol.

Pihaknya juga mengajak seluruh komponen untuk selalu berdoa dan membaca qunut nazilah. “Semoga wabah penyakit Covid-19 ini dihilangkan oleh Allah SWT dari Aceh khususnya dan Indonesia umumnya,” katanya.

Dalam pelaksanaan takbir di masjid dan meunasah tersebut, pihaknya juga berharap umat Islam tetap memerhatikan protokol kesehatan seperti menjaga jarak dan menggunakan masker.

Jumlah Kasus

Sebelumnya diberitakan, Kasus positif virus Corona atau COVID-19 di Aceh bertambah 45 sehingga totalnya menjadi 238 kasus. Hari ini pasien COVID-19 yang meninggal dunia bertambah dua orang.

Berdasarkan data dirilis di situs Dinas Kesehatan Aceh, Rabu (29/7/2020), penambahan kasus positif Corona tersebar di 11 daerah.

Ini merupakan penambahan terbanyak sejak kasus pertama COVID-19 ditemukan di Aceh.

Daerah terbanyak pertambahan kasus baru virus Corona adalah Bener Meriah dengan 11 kasus, Aceh Tamiang delapan kasus, Bireuen enam kasus, Aceh Besar enam kasus, Lhokseumawe empat kasus, Aceh Selatan dan Aceh Tengah masing-masing tiga kasus.

Selain itu, empat daerah mencatat masing-masing satu kasus, yaitu Banda Aceh, Pidie, Aceh Barat Daya, dan Aceh Utara.

Sementara itu, pasien meninggal bertambah dua orang, sehingga totalnya menjadi 12 orang. Satu orang asal Aceh Besar dan satu orang dari Lhokseumawe.

Secara kumulatif, Aceh Besar menjadi daerah dengan kasus tertinggi, yaitu 60 orang, diikuti Banda Aceh 55 orang. Kasus kematian di Aceh Besar juga tertinggi, yakni lima orang.

Tidak ada pasien sembuh hari ini. Secara keseluruhan, jumlah pasien yang masih dirawat 134 orang dan sembuh 94 orang. (*)

Indeks Berita