Aceh Laporkan 124 Kasus Baru Covid-19

Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Aceh menyebutkan penambahan 124 kasus baru warga provinsi paling barat Indonesia itu terinfeksi virus corona, sehingga totalnya telah mencapai 11.169 orang.
corona di indonesia
Ilustrasi-Sampel darah yang terindikasi positif virus Corona - Antara/Shutterstock

Kasus Baru Covid-19 di Aceh

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH — Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Aceh menyebutkan penambahan 124 kasus baru warga provinsi paling barat Indonesia itu terinfeksi virus corona, sehingga totalnya telah mencapai  11.169 orang.

“Ini merupakan penambahan kasus harian tertinggi dalam empat bulan terakhir,” kata Juru Bicara COVID-19 Aceh Salfullah Abdulgani di Banda Aceh, Minggu (2/5/2021).

Jubir yang akrab disapa SAG itu, penambahan itu terjadi pada Sabtu (1/5). Kasus baru paling banyak meliputi warga Banda Aceh 28 orang, Aceh Besar 18 orang, Pidie 16, Aceh Tengah 15 orang dan Lhokseumawe 14 orang.

Selanjutnya warga Langsa dan Aceh Jaya masing-masing lima orang, Aceh Timur empat orang, Aceh Tamiang dan Bener Meriah tiga orang, Gayo Lues, Sabang dan Aceh Barat dua orang, Aceh Utara, Bireuen, Pidie Jaya dan Nagan Raya satu orang serta tiga lainnya warga luar daerah. 

Ia menilai penambahan kasus harian yang lebih seratus orang harus menjadi pengingat bagi semua orang untuk ikut menghambat laju penularan di tengah masyarakat. Penularan dalam komunitas melalui interaksi sosial antarpersonal atau dari personal kepada komunitas.

Karena itu, menurut dia, pencegahan penularan COVID-19 dalam suatu komunitas sangat tergantung pada kesadaran setiap individu untuk bertanggung jawab melindungi orang lain di sekitarnya.

Protokol kesehatan (prokes) merupakan instrumen pengendalian perilaku baru yang paling efektif melindungi diri dan masyarakat dalam setiap komunitas. 

“Setiap individu didorong untuk memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan, dan mengkonsumsi makanan yang sehat dan halal,” katanya.

Kemudian, lanjut dia, masyarakat juga diminta tidak bersikap permisif terhadap oknum yang mengabaikan protokol kesehatan. Mereka yang abai dapat langsung diberikan teguran.

Dalam skala rumah tangga, menurut dia, kepala keluarga sudah selayaknya mewajibkan setiap anggota keluarganya menjalankan protokol kesehatan, mendorongnya ikut vaksinasis COVID-19 untuk mempercepat terbentuknya kekebalan kelompok.

“Di sisi lain setiap individu dalam masyarakat harus memiliki kepekaan dan kepedulian terhadap pandemi COVID-19.  Siapa pun yang mengabaikan protokol kesehatan harus diberikan teguran agar peduli terhadap situasi pandemi yang menjadi musuh bersama masyarakat dunia saat ini,” katanya.

Di samping itu, SAG juga melaporkan penambahan pasien sembuh 119 orang meliputi warga Banda Aceh 36 orang, Aceh Tamiang sembilan orang, Aceh Besar delapan orang, Pidie enam orang dan warga Gayo Lues empat orang.

Sedangkan warga Aceh Tenggara, Aceh Tengah, Lhokseumawe, Aceh Utara, Bireuen, Aceh Barat,  dan Aceh Singkil masing-masing satu orang dan  49 orang lainnya merupakan warga dari luar daerah Aceh.

“Dua orang yang dilaporkan meninggal dunia masing-masing warga Gayo Lues dan Pidie Jaya dalam 24 jam terakhir,” katanya.

Secara akumulatif kasus COVID-19 telah mencapai 11.169 orang, di antaranya para penyintas yang sudah sembuh sebanyak 9.717 orang, pasien masih dirawat 1.012 orang dan jumlah yang meninggal dunia mencapai 440 orang. (*)