Aceh Inflasi 0,9% Pada Bulan November, Dipicu Harga Ayam hingga Bawang

Aceh Inflasi sampai 0,9% pada bulan November 2020. Inflasi terjadi dari beragam faktar. Namun penyumbang terbesar inflasi datang dari daging ayam ras serta bawang merah
Aceh Inflasi
Foto: Dok. Pemko Banda Aceh

Aceh Inflasi

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Aceh Inflasi sampai 0,9% pada bulan November 2020. Inflasi terjadi dari beragam faktar. Namun penyumbang terbesar inflasi datang dari daging ayam ras serta bawang merah.

Berdasarkan dara dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, inflasi di Aceh disebabkan adanya kenaikan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran.

Dari tiga kota yang dipantau, Meulaboh terjadi deflasi 0,01 persen, sedangkan Lhokseumawe dan Banda Aceh terjadi inflasi masing-masing 0,30 persen dan 0,19 persen.

“Secara agregat, provinsi Aceh yaitu gabungan tiga kota pada bulan November 2020 mengalami inflasi sebesar 0,19 persen,” kata Kepala BPS Aceh Ihsanurrijal dalam konferensi pers virtual.

Aceh Inflasi
Foto: Dok. Pemko Banda Aceh

Menurut Ihsanurrijal, kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan harga yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,67 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,21 persen, dan lainnya.

Pada November, dari 11 kelompok pengeluaran, tiga kelompok memberikan andil terhadap inflasi, dua kelompok memberikan menyumbang deflasi, dan enam kelompok tidak memberikan andil/sumbangan.

“Beberapa komoditas yang memiliki andil dominan terhadap inflasi, antara lain: daging ayam ras sebesar 0,10 persen, bawang merah sebesar 0,09 persen, tukang bukan mandor sebesar 0,05 persen,” jelas Ihsanurrijal.

Ihsanurrijal menjelaskan, tingkat inflasi dari Januari-November 2020 sebesar 2,58 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun November 2020 terhadap November 2019 sebesar 2,76 persen.

Sementara tingkat inflasi pada periode yang sama tahun kalender 2019 dan 2018 masing-masing sebesar 1,27 persen dan 1,45 persen.

“Tingkat inflasi tahun ke tahun untuk November 2019 terhadap November 2018 dan November 2018 terhadap November 2017 masing-masing sebesar 1,65 persen dan 2,74 persen,” ujarnya.

Dari 24 kota di Pulau Sumatera yang dipantau harganya pada November, 22 kota mengalami inflasi dan dua kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di kota Pematang Siantar.

“Deflasi tertinggi terjadi di kota Tanjung Pandan sebesar 0,03 persen. Deflasi terendah terjadi di kota Meulaboh sebesar 0,01 persen,” jelas Ihsanurrijal. (*)