Aceh belum Deteksi Varian Baru COVID-19

Balitbangkes Aceh menyatakan varian baru COVID-19 belum terdeteksi di provinsi paling barat Indonesia itu, meski demikian warga tetap diminta disiplin menerapkan protokol kesehatan.
Balitbangkes Aceh
ILUSTRASI - Petugas memberikan kapsul vitamin A kepada balita di Posyandu Kampung Keuramat, Banda Aceh, Aceh, Rabu (4/8/2021). Pemberian kapsul vitamin A secara gratis untuk anak balita usia enam sampai 59 bulan setiap bulan Februari dan Agustus di tengah pandemi COVID-19 di daerah itu tetap berjalan normal dalam upaya meningkatkan kesehatan mata dan sistem kekebalan tubuh anak. (ANTARA FOTO/Ampelsa/aww.)

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Aceh menyatakan varian baru COVID-19 belum terdeteksi di provinsi paling barat Indonesia itu, meski demikian warga tetap diminta disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Hingga saat ini hasil pemeriksaan genome sequencing yang kita kirim ke Jakarta, dan sebagian yang sudah dikembalikan ke kita, dan kita belum menemukan ada varian baru (COVID-19),” kata Kepala Balai Litbangkes Aceh Fahmi Ichwansyah, di Banda Aceh, Kamis.

Fahmi menjelaskan pada tahap pertama beberapa waktu lalu pihaknya mengirim 23 sampel usap (swab) warga positif COVID-19 di Aceh ke Balitbangkes di Jakarta untuk melihat genome sequencing virus corona varian baru.

Balitbangkes Aceh
ILUSTRASI – Petugas memberikan kapsul vitamin A kepada balita di Posyandu Kampung Keuramat, Banda Aceh, Aceh, Rabu (4/8/2021). Pemberian kapsul vitamin A secara gratis untuk anak balita usia enam sampai 59 bulan setiap bulan Februari dan Agustus di tengah pandemi COVID-19 di daerah itu tetap berjalan normal dalam upaya meningkatkan kesehatan mata dan sistem kekebalan tubuh anak. (ANTARA FOTO/Ampelsa/aww.)

Namun, dari 23 sampel itu belum ditemukan adanya infeksi virus corona jenis baru di Tanah Rencong itu. Begitu juga dengan enam sampel usap yang menyusul dikirim oleh Dinas Kesehatan Aceh ke Jakarta beberapa waktu berselang.

Selanjutnya, kata Fahmi, pihaknya kembali mengirim 49 sampel usap ke Jakarta, juga bertujuan untuk mendeteksi COVID-19 varian baru. Namun, baru lima sampel yang sudah diketahui hasil, bahwa juga belum membuktikam adanya COVID-19 varian baru di Aceh.

“Hari Rabu (28/7) pekan lalu, kita kirim lagi 123 sampel ke Jakarta, dan itu kita sedang menunggu prosesnya, mereka sudah terima sampelnya,” kata Fahmi.

Menurut Fahmi proses pemeriksaan sampel untuk mendeteksi varian baru COVID-19 agak sedikit lama. Terlebih dahulu, petugas laboratorium memeriksa sampel swab dengan metode polymerase chain reaction (PCR), kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan genome sequencing.

“Sampai sekarang, kita belum ketemu lagi COVID-19 varian baru di Aceh, dan mudah-mudahan jangan sampai ada varian baru ini,” kata Fahmi.

Dia menambahkan sampel swab yang dikirim ke Jakarta untuk mendeteksi varian baru itumerupakan sampel warga dari berbagai kabupaten/kota di Aceh.

Sampel yang diambil, kata Fahmi, harus memenuhi kriteria utama seperti nilai CT Value di bawah 25, kemudian mereka yang memiliki gejala sedang hingga berat.

"Jadi itu kita pilih dari sekian banyak sampel yang kita periksa di Balitbangkes Aceh. Ada sampel dari Banda Aceh, ada dari Aceh Selatan dan daerah-daerah lain," katanya.

Hingga kini, kata dia, pihaknya terus melakukan pemeriksaan sampel usap warga terduga COVID-19 di Aceh. Sampel tersebut yang berasal dari fasilitas kesehatan dan dinas kesehatan sejumlah kabupaten/kota di Aceh.

"Rata-rata kita periksa sampel dari 80-130 sampel per hari. Kemampuan kita per hari bisa periksa 200 sampel," katanya. (*)