Abrasi Pantai Mon Jambe Meluas, Pemerintah Diminta Bangun Tanggul Pengaman

Abrasi pantai Mon Jambe meluas sejak beberapa tahun terakhir. Selain merusak bantaran pantai dan sejumlah bangunan milik warga, saat ini jarak pecahan ombak dengan rumah penduduk tidak jauh lagi.
Abrasi Pantai Mon Jambe
Warga memperlihatkan kondisi abrasi pantai Mon Jambe, Kecamatan Jeumpa Bireuen, terus meluas ke darat dan kini terancam merusak TPI, Minggu (15/11/2020) pagi. (Foto : Rahmat Hidayat/ACEHSATU.COM).

Abrasi Pantai Mon Jambe

ACEHSATU.COM | BIREUEN – Abrasi pantai Mon Jambe meluas sejak beberapa tahun terakhir. Selain merusak bantaran pantai dan sejumlah bangunan milik warga, saat ini jarak pecahan ombak dengan rumah penduduk tidak jauh lagi.

Pantai Mon Jambe beradadi Gampong Mon Jambe, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen.

Amatan dan keterangan yang diperoleh Acehsatu.Com dari warga di lokasi, Minggu (15/11/2020) pagi.

Dampak belum ada penanganan sama sekali, meski Bupati dan pejabat terkait sudah kelokasi. Namun pantai dulu sekitar 100 meter dari darat, saat ini 20 s/d 30 meter dari rumah warga.

Untuk melindungi hancurnya bangunan tempat pendaratan ikan (TPI) dan satu unit warung kopi dan juga mendekati sejumlah rumah berada di Dusun Awe dan Dusun Baro, warga berharap segera dibangun tanggul pemecah ombak.

Abrasi Pantai Mon Jambe
Warga memperlihatkan kondisi abrasi pantai Mon Jambe, Kecamatan Jeumpa Bireuen, terus meluas ke darat dan kini terancam merusak TPI, Minggu (15/11/2020) pagi. (Foto : Rahmat Hidayat/ACEHSATU.COM).

“Kami mengharapkan kepada pemerintah untuk dapat segera membangun tanggul pemecah ombak, melindungi pemukiman warga, saat ini tepi pantai sudah semakin mendekat ke darat,” ujar Fauzi (49) dan Sulaiman (50) ditemui dilokasi.

Ditambahkan juga apabila tidak dilakukan penanganan, lahan warga dan bangunan TPI sudah mulai rusak terancam ambruk ke laut terkena abrasi, begitu juga satu unit warung milik warga hanya beberapa meter lagi dari tepi pantai.

Kedua warga itu dan Razali (49) seorang nelayan mengatakan, dampak rusaknya tapi pantai itu, ada 100 unit boat pancing dan jaring nelayan setempat, saat hendak berlabuh harus diangkat beramai-ramai ke darat, juga ada harus pulang masuk Kuala Jeumpa dan Bate Timoh.

Kondisi parahnya abrasi itu juga menjadi kendala tersendiri bagi nelayan, apalagi saat laut berombak, sangat beresiko saat boat dibawa turun ke pinggir laut.

“Hasil tangkapan ikan boat jaring saat ini kurang,” ujar Razali.

Warga Mon Jambe itu berharap dengan dibangun tanggul pengaman pantai itu, selain melindungi pemukiman penduduk dari abrasi, juga dapat memudahkan dan melancarkan akses bagi boat nelayan untuk pergi dan pulang melaut. (*)