Abi Jailani Raih Doktor Kehormatan dari Mindanao Muslim Autonomy-Phillipine Selatan

Abi Jailani dikenal oleh komunitas Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) sebagai salah seorang guru berdedikasi tinggi dalam mengajar tilawah dan qiraat Sab’ah.
Abi Jailani
Foto HO/ACEHSATU.com

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH — Drs.Tgk. H. Jailani Mahmud (Abi Jailani) mendapat penghargaan gelar Doktor Kehormatan (Honoris Causa) dari Rajah Buayan Cultural Institute-RBCI dalam bidang Humanity, Education and Culture (Kemanusiaan, Pendidikan dan Kebudayaan).

Perguruan tinggi ini terletak di wilayah otonomi khusus Muslim Mindanao, Republik Filipina.

Gelar Doktor Kehormatan ini ditanda tangani oleh HRH Putri Aizian Utto Camsa, PhD (President of Rajah Buayan Cultural Institute, Philipines).

Gelar DR.(HC) ini dianugerahkan atas didikasi Abi Jailani dalam pendidikan dan pengajaran ilmu-ilmu Al-Quran, khususnya ilmu Qiraah Sab’ah dan Tilawah.

Saat dikonfirmasi tentang hal ini, Abi Jailani membenarkan penganugerahan DR.(HC) ini.

“Alhamdulillah, puji syukur kepada Allah SWT, atas anugerah dan pengakuan keilmuan ini. Saya secara pribadi tidak menyangka bahwa ada muslim dari Filipina yang memantau dan mengikuti kegiatan belajar mengajar yang Abi lakukan selama ini,” begitu pungkasnya.

Abi juga mengatakan,”Gelar DR.(HC) ini merupakan pengakuan dari negara luar terhadap pembelajaran Al-Quran di Provinsi Aceh.

Abi Jailani
Foto HO/ACEHSATU.com

Berharap seluruh masyarakat Aceh mencintai Alquran

“Kita berharap agar seluruh masyarakat Aceh akan lebih mencintai lagi Al-Quran, tidak hanya dari aspek seni membaca Al-Qur’an, tetapi juga dari aspek Al-Qur’an sebagai sumber dari segala Ilmu Pengetahuan,” demikian lanjut Abi.

Selama ini Abi Jailani dikenal oleh komunitas Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) sebagai salah seorang guru berdedikasi tinggi dalam mengajar tilawah dan qiraat Sab’ah.

Walaupun dengan kondisi keterbatasan penglihatannya, karena terkena glukoma, beliau tetap setia mengajar Al-Quran ke seluruh pelosok-pelosok di Aceh.

Jenis-jenis riwayat Qira’ah Sab’ah yang dikuasai Abi Jailani diantaranya adalah  riwayat Abu 'Amr bin 'Ala', Ibnu Katsir, Nafi al-Madani, Ibn Amir asy-Syami, Ashim al-Kufi, Hamzah al-Kufi, al-Kisa'i al-Kufi, ditambah lagi dengan riwayat Hafaz yang biasa dibaca sehari-hari di Indonesia.

“Ilmu Qiraat sangat menarik untuk dipelajari, karena menyangkut dengan tata cara baca yang berbeda antara satu sama lain, dengan mengetahui Ilmu Qiraat makin meneguhkan iman kita terhadap kemukjizatan Al-Quran,” begitu lanjut Abi.

Dengan keikhlasan dan keberkahan ilmu Al-Quran nya, Abi Jailani tercatat sebagai guru berprestasi.

Hal ini terlihat dari banyaknya murid-murid hasil didikan Abi Jailani berhasil meraih prestasi nasional dan internasional. Salah satunya adalah Taqdir Feliza yang meraih juara 1 Internasional di Turki tahun 2015.

Saat ini aktivitas sehari-hari Abi Jailani adalah sebagai Muazzin (Azan) tetap dan Imam di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, disamping juga sebagai Imeum Syik Masjid Kemukiman Siem, Aceh Besar. Billahi sabilil Haq. (*)