Abdya Berwasiat, Bukti Kegagalan Akmal-Muslizar

Janji itu juga diserahkan langsung ke paripurna DPRK Aceh Barat Daya. Namun, sampai hari ini banyak yang tak terlaksana seperti dijanjikan.
Abdya Berwasiat
Ketua Umum Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Cabang Aceh Barat Daya, Akmal Al-Qarasie.

Oleh: Akmal Al-Qarasie

ACEHSATU.COM | BLANGPIDIE – Kegagalan Pemerintahan Akmal-Muslizar bisa dilihat dari beberapa janji politik yang pernah disampaikan dalam kampanye.

Janji itu juga diserahkan langsung ke paripurna DPRK Aceh Barat Daya. Namun, sampai hari ini banyak yang tak terlaksana seperti dijanjikan.

“Katakanlah seperti janji politik beliau tentang program Bank Gala Syari’ah. Apakah hanya dengan membantu beberapa orang saja melalui program Bank Gala Syari’ah itu sudah terpenuhi janji politik yang pernah disampaikan?”

Belum lagi dengan dunia pendidikan. Jangankan untuk mendirikan perguruan tinggi, kampus Akademi Komunitas Negeri (AKN) yang pernah berdiri di Abdya malah terpaksa tutup di era Akmal-Muslizar.

“Itu sepatutnya tidak terjadi. Saya sangat heran, jangankan membangun kampus yang baru, kampus yang sudah ada saja malah ditutup.”

“Apakah pelajar/siswa yang baru lulus SMA/SMK harus melanjutkan studi ke perguruan swasta atau keluar daerah ? Bagaimana bisa kita katakan pemerintah berhasil meningkatkan mutu pendidikan?”

Anehnya lagi, program peningkatan aqidah dan tauhid yang pernah dijanjikan sebagai prioritas Akmal-Muslizar justru nyaris tak tersentuh. Polemik Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf (MPTT) yang sempat membelah warga, malah tak mendapat prioritas perhatian Bupati Akmal.

Soal lain, HGU eks PT Cemerlang Abadi (CA). Bupati Abdya yang sesumbar mengaku sudah punya otoritas membagikan lahan HGU tersebut, tapi realisasinya juga masih nol. 

Belakangan, klaim sosok yang sudah 10 tahun diberi kesempatan memimpin Abdya itu malah dipatahkan oleh pakar hukum serta Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR).

Kita berharap agar Akmal-Muslizar merealisasikan janji-janji politik yang pernah ucapkan di saat kampanye di Pilkada 2017 lalu, di sisa masa jabatannya.

“Karena janji itu adalah hutang, dan tiap-tiap hutang wajib dibayar.”

Perlu diketahui, di akhir masa jabatannya, Bupati Akmal Ibrahim mempopulerkan diksi Abdya Berwasiat.

Diksi ini juga dipakai sebagai tema ulang tahun Abdya ke 20.

Pada Senin (30/5) lalu, digelar pula seminar Abdya Berwasiat.

Salah satu wasiat Bupati Akmal adalah kelanjutan pembangunan pelabuhan Teluk Surin yang selama ini digembar-gemborkan. 

Sayangnya, kawasan yang juga diberi nama SISCA, yakni Surin Industrial Smart City Abdya hingga kini tak jelas keberadaannya. 

Padahal dalam beberapa tahun terakhir, Bupati Akmal kerap pamer MoU atau tanda tangan kontrak dengan investor. Ia juga sering sesumbar, bahwa pelabuhan tersebut akan segera dibangun. 

Kini, sisa jabatan Bupati Akmal sekitar 2 bulan lagi. Yok bisa yok pak Bupati… He-he-he. (*)

Penulis adalah Ketua Umum Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Cabang Aceh Barat Daya, Akmal Al-Qarasie.