9 Negara Benua Eropa Ini Top Level Kasus Perselingkuhan di Dunia, Ternyata Thailand Nomor Wahid

Data tersebut diperoleh berdasarkan hasil survei yang digelar Durex.
kasus perselingkuhan tertinggi di dunia
ILUSTRASI - Sembilan negara benua Eropa dengan kasus perselingkuhan tertinggi di dunia. | Foto: Shutterstock

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Sembilan negara di benua Eropa tercatat memiliki kasus perselingkuhan tertinggi setelah Thailand yang berada di puncak. Data tersebut diperoleh berdasarkan hasil survei yang digelar Durex.

Perselingkuhan merupakan masalah klasik dalam hubungan percintaan yang hingga kini masih sering dan kian marak ditemui.

Perselingkuhan menyebabkan dampak buruk, baik bagi pelaku maupun korban yang diselingkuhi.

BACA JUGA: Warga Grebek Kamar Losmen di Meulaboh, Hasrat Pasangan Mesum Baru Kenal Ini Berakhir di Tangan WH

Melansir tempo.co dari goodtherapy.org, selain membuat korban merasa dikhianati, selingkuh juga menyebabkan gangguan psikologis berupa kecemasan terhadap pelakunya.

Meskipun mendatangkan banyak masalah, nyatanya banyak orang yang menjalin hubungan dengan orang lain ketika sudah berpasangan.

Hal tersebut dibuktikan dengan survei yang dilakukan oleh Durex. Dilansir dari statista.com, temuan Durex tersebut mengungkapkan bahwa tingkat perselingkuhan ternyata berhubungan dengan kebangsaan seseorang. Beberapa negara menjadi negara dengan tingkat perselingkuhan tertinggi. Berikut adalah daftarnya:

1. Thailand: 51%

2. Denmark: 46%

3. Italia: 45%

4. Jerman: 45%

5. Perancis: 43%

6. Norwegia: 41%

7. Belgia: 40%

8. Spanyol: 39%

9. Inggris: 36%

10. Finlandia: 36%

Thailand menjadi negara dengan jumlah warga negara selingkuh yang paling banyak. Lebih dari setengah sampel yang disurvei mengaku bahwa mereka menjalin hubungan ketika sudah memiliki pasangan.

Selanjutnya disusul negara-negara yang berada di benua Eropa, yakni Denmark, Italia, Jerman, Perancis, Spanyol, dan Inggris.

Perancis menjadi salah satu negara Eropa yang mengalami lompatan tinggi dalam persentase pelaku selingkuh.

Dilansir dari thelocal.fr, jumlah orang yang melakukan selingkuh di Perancis tahun ini meningkat menjadi 43 persen.

Padahal pada 1970 persentasenya hanya 10 persen. Sementara pada 2001 meningkat menjadi 24 persen. Peningkatan tersebut diperkirakan karena masifnya penggunaan internet.

Internet memungkinkan para pelaku selingkuh lebih leluasa dalam menjalankan aksinya. Embel-embel privasi yang sering digunakan untuk melindungi data pribadi ternyata juga dimanfaatkan untuk melakukan selingkuh.

Akibatnya, selingkuh dapat dilakukan tanpa batasan ruang dan waktu, serta lebih aman dari pengetahuan pasangan. (*)