7 Museum Populer di Indonesia, Salah Satunya Ada di Aceh

Bagi beberapa orang, mengunjungi museum adalah cara yang terbaik untuk melihat-lihat objek yang bersejarah dan langka yang tidak pernah kita lihat sebelumnya.
Museum Populer di Indonesia
Museum Tsunami di kota Banda Aceh (Foto: dikhy sasra)

Museum Populer di Indonesia

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Saat berada di sebuah daerah, tempat manakah yang akan kamu kunjungi ? 

Dapatkah museum menjadi tempat tujuan utama saat berkunjung ke sebuah daerah?

Bagi beberapa orang, mengunjungi museum adalah cara yang terbaik untuk melihat-lihat objek yang bersejarah dan langka yang tidak pernah kita lihat sebelumnya. 

Di museum tersimpan rekaman sejarah serta warisan budaya yang dapat mengembangkan pikiran kita.

Bahkan setiap tanggal 18 Mei pun diperingati sebagai Hari Museum Internasional. Perayaan ini dikoordinasi oleh International Council of Museums (ICOM) yang pertama kali digagas pada tahun 1977.

Tujuannya untuk meningkatkan kepedulian masyarakat akan peranan museum dalam perkembangan masyarakat saat ini.

Indonesia mempunyai beberapa museum yang wajib untuk kita kunjungi. Berikut beberapa museum di Indonesia:

1. Museum Angkut

Museum Angkut merupakan museum transportasi modern yang terpopuler di Indonesia. Museum ini memadukan unsur seni dan budaya yang mengusung konsep edukasi dan hiburan yang ada di seluruh dunia.

Museum Angkut diresmikan pada tanggal 9 Maret 2014 yang berlokasi di Jl. Terusan Sultan Agung Atas No. 2 Kota Wisata Batu, Jawa Timur. Museum ini seluas 3,8 hektar dan memiliki lebih dari 300 koleksi angkutan dari yang jenis tradisional hingga angkutan jenis modern.

Museum ini juga memiliki beberapa zona dengan dekorasi yang sangat keren.  Tiap zona menyesuaikan tema kendaraan, sehingga akan memberikan sensasi yang berbeda-beda. 

Zona yang didekorasi dengan setting landscape model bangunannya dari benua Asia, Eropa hingga Amerika. 

Di zona Sunda kelapa, dihiasi oleh beberapa alat transportasi kuno sepeti miniatur kapal dan becak.  Zona Eropa juga di setting seperti berada di jalanan kota-kota di Prancis dengan mobil-mobil kuno Eropa.

Jika kamu berencana mengunjungi museum Angkut, museum ini beroperasional setiap hari mulai dari pukul 11.00 WIB – 19.00 WIB dan dengan membayar Rp. 80.000-Rp. 100.000/orang, kamu sudah bisa merasakan sensasi melihat berbagai transportasi yang ada di dunia.

2. Museum Ullen Sentalu

Jika kamu berencana traveling ke Yogyakarta, pastikan kamu memasukkan nama Museum Ullen Sentalu ke dalam daftar tempat yang harus kamu kunjungi. 

Museum ini terpilih menjadi museum kedua terbaik di Indonesia tahun 2018 oleh para pengguna situs travel TripAdvisor.  Museum Ullen Sentalu berlokasi di Jl. Boyong No. KM 25, Kaliurang, Hargobinangun, Kec. Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Nama museum yang terdengar unik ini ternyata singkatan dari kalimat bahasa jawa yaitu "ulating blencong sejatining tataraning lumaku". Ungkapan ini bermakna nyala lampu blencong (lampu yang digunakan saat pertunjukkan wayang kulit) yang merupakan petunjuk bagi umat manusia dalam melangkah dan meniti kehidupannya.

Di museum ini, pengunjung dapat belajar mengenal sejarah yaitu mengenai peradaban kerajaan Mataram yang terpecah menjadi empat keraton di yogyakarata dan solo.  Para pengunjung juga dapat melihat berbagai lukisan dan foto para bangsawan zaman dulu, koleksi kain batik, gamelan kuno, arca-arca budaya Hindu dan Budha serta peninggalan bersejarah lainnya.

3. Museum Tsunami, Aceh

Museum Tsunami Aceh adalah sebuah museum di Banda Aceh yang dirancang sebagai monumen simbolis untuk mengenang bencana gempa bumi dan tsunami pada tahun 2004 yang melanda Aceh. Museum ini digunakan sebagai pusat pendidikan bencana dan tempat perlindungan darurat jikalau tsunami terjadi lagi.

Museum ini deresmikan pada tahun 2008 untuk memperingati bencana gempa bumi dan tsunami Aceh tahun 2004 yang merenggut 227.000 korban. Museum ini juga difungsikan sebagai tempat evakuasi bila bencana tsunami datang lagi.

Museum Populer di Indonesia
Museum Tsunami di kota Banda Aceh (Foto: dikhy sasra)

Museum Tsunami Aceh memiliki 2 lantai, dimana lantai 1 berfungsi sebagai area mengenang tsunami aceh yaitu berisi rekam jejak kejadian tsunami 2004. 

Di lantai 1 terdapat ruang pamer tsunami, artefak jejak tsunami dan diorama ditampilkan serta terdapat sumur doa dengan nama-nama korban tsunami yang tertulis rapi pada dinding-dinding dan kaligrafi asma Allah pada puncaknya. 

Sementara di lantai 2 museum, terdapat media-media pembelajaran dan souvernir shop.

4. Museum Nasional Indonesia

Museum Nasional Republik Indonesia atau Museum Gajah, adalah sebuah museum arkeologi, sejarah, etnografi, dan geografi yang terletak di Jakarta Pusat dan persisnya di Jalan Merdeka Barat 12.

Museum ini didirikan oleh Pemerintah Belanda pada tanggal 24 April 1778. merupakan museum pertama dan terbesar di Asia Tenggara. Di Museum ini terdapat beberapa koleksi yang berjumlah 140.000 benda.  benda-benda tersebut diantaranya : Arkeologi, Etnografi, Geografi, Keramik, Numesmatik & Heladrik, Prasejarah dan Sejarah.

Museum ini juga dikenal dengan nama “Gedung Gajah” atau “Museum Gajah” karena di halaman depan museum terdapat sebuah patung gajah perunggu hadiah dari Raja Chulalongkorn (Rama V) dari Thailand yang pernah berkunjung ke museum pada tahun 1871.

5. Museum Bank Indonesia (Museum BI)

Museum Bank Indonesia menyajikan informasi peran Bank Indonesia dalam perjalanan sejarah bangsa yang dimulai sejak sebelum kedatangan bangsa barat di Nusantara hingga terbentuknya Bank Indonesia pada tahun 1953 dan kebijakan-kebijakan Bank Indonesia.

Museum Bank Indonesia diharapkan menjadi suatu lembaga tempat mengumpulkan, menyimpan, merawat, mengamankan, dan memanfaatkan aneka benda yang berkaitan dengan perjalanan panjang BI. Selain itu, gagasan untuk mewujudkan Museum Bank Indonesia juga diilhami oleh adanya beberapa museum bank sentral di negara lain, sebagai sebuah lembaga yang menyertai keberadaan bank sentral itu sendiri.

Museum Bank Indonesia disajikan dalam bentuk cyber museum. Dalam Cyber Museum Bank Indonesia ini diceritakan mengenai perjalanan panjang BI dalam bidang kelembagaan, moneter, perbankan, dan sistem pembayaran yang dapat diikuti dari waktu ke waktu, sejak periode DJB hingga periode BI semasa berlakunya Undang-Undang No.11 tahun 1953, Undang-Undang No.13 tahun 1968, Undang-Undang No.23 tahun 1999, dan Undang-Undang No.3 tahun 2004 saat ini.

6. Museum Siwalima

Museum Siwalima terletak di kawasan Taman Makmur, Desa Amahusu, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Propinsi Maluku.  Museum ini diresmikan pada tanggal 26 Maret 1977.  Lokasi bangunan ini berada di atas bukit yang menghadap ke Teluk Ambon yang membuatnya menjadi eksotis.

Museum Siwalima dibagi menjadi dua bangunan. Bangunan I dikenal sebagai Museum Kelautan Siwalima. Museum ini tersimpan benda-benda peninggalan sejarah kelautan masyarakat Ambon. Disana terdapat koleksi binatang-binatang laut seperti kerangka paus dengan panjang 9 meter, 17 meter, dan 19 meter, serta terdapat berbagai benda kekayaan kehidupan laut Maluku.

Adapun Bangunan II disebut sebagai Museum Budaya Siwalima. Museum ini tersimpan benda-benda warisan budaya Maluku, seperti bangunan asli Maluku, pakaian adat, alat pertanian, senjata, perlengkapan upacara adat, uang lama, dan berbagai guci pada masa penjajahan Jepang.

7. Museum Tekstil

Sebagai Institusi nirlaba atau bisa juga disebut sebagai lembaga edukasi maka salah satu fungsi dari museum tekstil jakarta ini adalah tetap fokus untuk melestarikan tekstil tradisional di Indonesia. Terkait hal itu berbagai macam upaya untuk menuju ke arah pelestarian tekstil pun dilakukan di museum ini. 

Dengan luas mencapai 16 ribu meter persegi, kawasan Museum Tekstil memiliki beberapa gedung seperti Gedung Pameran Utama, Galeri Batik, Pendopo Batik, dan Taman Pewarna Alam.

Museum Tekstil memiliki berbagai koleksi kain seperti kain tenun dan batik dari daerah Yogyakarta, Solo, Pekalongan, Cirebon, Palembang, Madura, dan Riau.  Selain kain, museum ini juga memiliki koleksi peralatan untuk pembuatan kain seperti alat tenun tradisional.

Para pengunjung di Museum Tekstil tidak hanya melihat koleksi-koleksi kain saja, namun para pengunjung juga dapat belajar membarik workshop Museum Tekstil.

Nah, sangat menarik bukan, ayo segera kunjungi museum  yang ada di Indonesia , terumata museum yang ada di kotamu!