7 Ganjaran Bersedeqah Menurut Tafsir Ibnu Katsir

Sejatinya setiap muslim merasa sangat senang dan bahagia dengan datangnya bulan ramadhan. Karena pada bulan tersebut terdapat bermacam kelebihan yang sangat luar biasa.
Ilustrasi Tangan di Atas Lebih baik dari tangan di bawah. Foto: pixabay

ACEHSATU.COM – Sejatinya setiap muslim merasa sangat senang dan bahagia dengan datangnya bulan ramadhan. Karena pada bulan tersebut terdapat bermacam kelebihan yang sangat luar biasa.

Keistimewaan ramadhan terutama karena pahala yang diberikan Allah SWT bagi orang beriman yang melakukan amal salih berlipat ganda.

Selain berpuasa dan tarawih, amalan terbaik yang bisa dikerjakan pada bulan suci ini adalah perbanyak bersedeqah.

Terlebih di tengah pandemi Covid-19 ini, sedekah sangat diharapkan bagi mereka yang membutuhkan akibat kehilangan nafkah maupun mata pencaharian. 

Sedeqah merupakan salah satu ibadah yang mudah dikerjakan. Bisa dilakukan kapan saja dan tidak terikat oleh sejumlah syarat-syarat khusus sebagaimana halnya zakat.

Secara konsep sedeqah lebih luas dari zakat dan infak.

Sedeqah merupakan pemberian seseorang kepada orang lain secara ikhlas yang tidak terikat pada jumlah, waktu, dan ketentuan khusus.

Sehingga amalan yang satu ini dapat dilakukan oleh orang miskin sekalipun.

Lagi pula bersedeqah tidak selalu berbentuk materi atau harta. Bahkan senyum saja sudah termasuk dalam kategori sedeqah.

Allah SWT berfirman:

“Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata, “Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh.” (QS. Al-Munafiqun: 10).

Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan maksud ayat tersebut.

Menurutnya, seorang muslim hendaknya tidak berlebih-lebihan dalam soal harta (sehingga menjadi kikir), yang akan menjadikannya menyesal di hadapan Allah.

Lantas apa saja keutamaan ganjaran bersedeqah?

Berikut 7 keutamaan bersedeqah dari sekian banyak keutamaan menurut Tafsir Ibnu Katsir.

1. Sedeqah dapat menghapus dosa.

“Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.” (HR. Tirmidzi, di shahihkan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi, 614).

2. Orang bersedeqah akan mendapatkan naungan di hari akhir.

“Seorang yang bersedekah dengan tangan kanannya, ia menyembunyikan amalnya itu sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya.” (HR. Bukhari no. 1421).

3. Allah melipatgandakan pahala orang yang bersedekah.

“Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat-gandakan (ganjarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.” (QS. Al Hadid: 18).

4. Sedeqah memberikan keberkahan pada harta

“Harta tidak akan berkurang dengan sedekah. Dan seorang hamba yang pemaaf pasti akan Allah tambahkan kewibawaan baginya.” (HR. Muslim, no. 2588).

5. Menolak Bala

Orang yang suka bersedekah hidupnya insyaallah akan dijauhkan dari marabaya dan dipanjangkan umurnya dalam artian hidupnya dipenuhi keberkahan.

Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Sedekah itu menolak bala dan memanjangkan umur”.

6. Menambah Kemuliaan dan Derajat

Dari Abu Hurairah dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Sedekah itu tidak akan mengurangi harta. Tidak ada orang yang memberi maaf kepada orang lain, melainkan Allah akan menambah kemuliaannya. Dan tidak ada orang yang merendahkan diri karena Allah, melainkan Allah akan mengangkat derajatnya.” (HR. Muslim) [No. 2588 Syarh Shahih Muslim] Shahih.

7. Akan Diganti Allah yang Lebih Baik

Dari Abu Hurairah radliallahu anhu bahwa Nabi Shallallahualaihiwasallam bersabda:

“Tidak ada suatu hari pun ketika seorang hamba melewati paginya kecuali akan turun (datang) dua malaikat kepadanya lalu salah satunya berkata; “Ya Allah berikanlah pengganti bagi siapa yang menafkahkan hartanya”, sedangkan yang satunya lagi berkata; “Ya Allah berikanlah kehancuran (kebinasaan) kepada orang yang menahan hartanya (bakhil) “. (HR. Bukhari) [No. 1442 Fathul Bari] Shahih.

Oleh karena itu jadikanlah momentum ramadhan tahun ini untuk menyedeqahkan sebagian dari harta terbaik kita dijalan Allah SWT agar memperoleh hikmah seperti tersebut diatas.

Sehingga hal itu dapat menjadi bekal bagi kita di hari kiamat kelak nantinya. Amiinn. (*)