6 Alasan Karyawan Ngebossy di Kantor

ACEHSATU.COM – Sudah menjadi tabiat manusia ingin berkuasa, ingin mengatur orang lain sesuai kehendak mereka, dan bisa memerintah sesuka hatinya. Tabiat ini sudah melekat dalam kepribadian setiap diri manusia.

Aktualisasi tabiat ingin berkuasa muncul dalam sikap-sikap yang menunjukkan ingin dihormati sebagai sebuah kekuatan.

Maka tidak heran bila kita sering menyaksikan peristiwa kekerasan dan peperangan terjadi di mana-mana, fakta tersebut dapat ditemukan pada buku-buku sejarah tempo dulu.

Sejarah mencatat bahwa peristiwa perebutan wilayah yang terjadi dalam rentang sejarah dan peradaban manusia selalu dimulai dengan tindak kekerasan serta peperangan.

Seperti pertikaian antar kelompok dan suku memperebutkan kekuasaan, daerah jajahan, dan lain sebagainya.

Intinya bahwa di dunia ini dipenuhi oleh orang-orang yang haus kekuasaan dan sangat berhasrat untuk menjadi penguasa, jika bisa menjadi sebagai penguasa tunggal tanpa lawan. Begitulah tabiat manusia.

Oleh sebab itu sangat lumrah jika diberbagai tempat selalu saja didapati model-model orang yang sangat berobsesi menjadi orang nomor satu dalam strata kekuasaan.

Pada dunia kerja atau lingkungan perkantoran, perusahaan dan organisasi kerap muncul orang-orang ingin menjadi direktur, manajer atau memiliki kekuasaan lebih tinggi dalam manajemen.

Hal ini sangat wajar karena memang sifat dasar manusia sudah seperti itu sejak dulu.

Namun yang menjadi masalah adalah bagaimana jika mereka bukan orang yang diberikan kewenangan untuk memiliki sebuah kekuasaan tertentu namun ia suka mengatur-ngatur orang lain dengan pendekatan kekuasaan.

Bukankah itu tidak etis namanya?

Perilaku di atas istilah ngeboss atau ngebossy.

Nah seperti apa ciri-ciri orang yang disebut ngeboss atau ngebossy, simak uraian berikut ini.

Ngebos atau ngebossy dapat diartikan sebagai sebuah perilaku atau sikap seseorang bergaya seperti bos padahal ia bukanlah bos yang secara aturan telah mendapatkan kewenangan.

Orang yang bergaya bos ini sebetulnya berada pada posisi yang sama seperti rekan lainnya. Tetapi gayanya bagaikan seorang bos asli.

Orang yang memiliki sifat ngebossy ini suka mengatur orang lain seenak pikirannya tanpa merasa tidak enak hati. Bahkan dengan enteng menyuruh orang lain menangani pekerjaannya tanpa diawali dengan kata minta ‘tolong.’

Jika membaca tulisan yang dipublikasikan oleh situs smiletvshop.com ada beberapa hal yang menyebabkan seseorang bersikap bossy, berikut mari kita lihat satu persatu.

Pertama; ia merasa memiliki kemampuan lebih diatas rekan-rekannya selevel. Ia merasa lebih pandai, lebih ahli, lebih cakap, dan lebih segalanya. Sehingga ia merasa pantas bersikap bossy pada rekan-rekannya.

Kedua; ia memiliki hubungan yang cukup dekat dengan si bos. Ia bersikap sok bos hanya pada rekan-rekannya yang sejawat dan orang-orang dibawah levelnya.

Sebaliknya kepada yang berpengaruh atau orang-orang dengan kedudukan dan posisi bagus dikantor, ia bisa begitu baik dan sopan setengah mati. Kadang orang seperti ini masuk dalam kategori penjilat.

Ketiga; pada dasarnya ia memang terbiasa dituruti keinginannya di rumah. Mungkin ia anak tunggal atau anak pertama dikeluarganya atau sering dimanjakan. Sehingga dampak buruknya, ia memperlakukan rekan kerjanya seperti kebiasaan di rumah.

Keempat; memiliki ambisius tinggi. Si bossy biasanya sangat ambisius ingin memperoleh pengakuan atau kekuasaan lebih tinggi. Sehingga ia berupaya ‘menjilat’ siapapun untuk mewujudkan ambisinya tersebut.

Kelima; senang pamer keahlian personal. Hal ini menunjukkan bahwa ia ingin memperlihatkan kehebatan dirinya dibandingkan rekan-rekan kerjanya lainnya dihadapan bos besar (big boss). Dengan tujuan mendapatkan tempat khusus di benak pemimpin tertinggi.

Keenam; sulit berbagi dan mengajarkan rekan-rekan kerja sejawat. Mereka sangat menjaga rahasia kehebatannya dan tidak boleh dimiliki oleh orang lain pada level yang sama.

Namun dari semua ciri-ciri yang dipaparkan diatas bisa saja terdapat pada orang-orang tertentu meliputi semua variabel. Mungkin ada pula yang hanya terdapat beberapa variabel saja.

Whatever penyebabnya hanya satu kata untuk rekan si bossy yaitu “menyebalkan.”

Semoga tulisan ini bermanfaat untuk para pembaca. (*)