5 Nelayan Aceh Penyelundup Sarang Walet Bebas, Dapat Ampunan Raja Thailand

Nelayan Aceh Penyelundup Sarang Walet
Nelayan Aceh dibebaskan otoritas Thailand. (Foto: dok .Badan Penghubung Pemerintah Aceh)

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Lima nelayan Aceh Timur dipulangkan ke Indonesia setelah sembilan bulan ditahan otoritas Thailand. Mereka ditangkap saat hendak menyelundupkan 300 kilogram sarang burung walet ke negara itu.

“Mereka dibebaskan setelah mendapatkan pengampunan dari Raja Thailand IX yang berulang tahun. ABK kapal itu tujuh orang, tapi dua orang belum dipulangkan karena positif COVID-19,” kata Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) Almuniza Kamal dalam keterangan kepada wartawan, Jumat (18/2/2022).

Kelima nelayan dipulangkan adalah Zainal Arifin (45), Riki Ardian (30), Junaidi (34), Alaudin (48), dan Muchsin (31). Mereka tiba di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, siang tadi.

Para nelayan tersebut bakal menjalani karantina selama lima hari di Rumah Susun (Rusun) Nagrak di Cilincing, Jakarta Utara. Bila hasil tes PCR dinyatakan negatif Corona, mereka akan dipulangkan ke Aceh.

“Namun, jika di antara mereka ada yang positif, akan diisolasi terlebih dahulu, tapi kita doakan semoga mereka sehat-sehat semuanya,” jelas Almuniza.

Nelayan Aceh Penyelundup Sarang Walet
Nelayan Aceh dibebaskan otoritas Thailand. (Foto: dok .Badan Penghubung Pemerintah Aceh)

Almuniza mengatakan para nelayan tersebut berangkat melaut dari Pelabuhan Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara, dengan dengan KM Antamela pada 22 Mei 2021. Ada tujuh orang ABK dalam kapal tujuan Pelabuhan Satun, Thailand, itu.

Tiga hari berselang, mereka ditangkap petugas keamanan Thailand di kawasan perairan Pulau Lippeh, Provinsi Satun, pada 25 Mei 2021. Dalam pemeriksaan, petugas menemukan ratusan kilogram sarang walet.

“Kapal mereka memuat 300 kilogram sarang burung walet tanpa dokumen impor. Mereka juga dinyatakan melanggar keimigrasian dan dokumen pelayaran,” jelas Almuniza.

Selama menjalani penahanan, para nelayan tersebut mendapatkan pendampingan dari KBRI Songkhla. Pihak KBRI disebut memastikan kondisi kesehatan ABK serta memberikan bantuan kekonsuleran, termasuk menyediakan penerjemahan.

“Kita berterima kasih kepada semua pihak karena telah membantu mengurus pemulangan para nelayan asal Aceh,” terang Almuniza. (*)