oleh

5 Mahasiswa Politeknik Kutaraja Ikuti Program Student Exchange

ACEHSATU.COM | MALAYSIA – Setelah melakukan penandatanganan kerja sama dengan Politeknik Port Dickson Negeri Sembilan Malaysia, lima mahasiswa Politeknik Kutaraja langsung ambil bagian dalam program pertukaran pelajar (student exchange) yang berlangsung sejak 13 Oktober hingga 30 Oktober 2019.

Program pertukaran pelajar merupakan salah satu bentuk implimentasi kerja sama antara kedua lembaga pendidikan vokasi itu.

Kerja sama internasional ini telah dirintis sejak dua tahun lalu oleh kedua pihak. Dan hari ini selain implimentasi program student exchange, Politeknik Kutaraja juga ikut andil dalam kerja sama kompetisi student product (ResPex).

Program Student Exchange

Director Politechnic Port Dickson Negeri Sembilan Encik Roslee Yahya menyambut baik pelaksanaan program pertukaran pelajar dari Politeknik Kutaraja Banda Aceh Indonesia.

“Saya berharap pelajar-pelajar kedua Politeknik serumpun ini dapat saling belajar dan mengenal lebih jauh tentang pendidikan dan budaya antar bangsa,” ungkapnya.

Meskipun masa (waktu) pelaksanaan tidak panjang hanya lebih kurang 3 pekan, namun bila dapat dimanfaatkan secara maksimal, para pelajar akan memperoleh hasil yang terbaik.

“Ini semacam short programme yang fokus pada hubungan dan hasil (result and relationship)”, ujar encik Roslee, saat bincang singkat dengan penulis.

Sementara itu Direktur Politeknik Kutaraja Supriyanto kepada para mahasiswa yang tahun ini mengikuti program pertukaran pelajar dan ditempatkan di Politeknik Port Dickson agar benar benar mengikuti seluruh jadwal kegiatan yang telah disusun.

“kalian harus menunjukkan perilaku baik dan serius mengikuti program ini, jaga nama baik diri sendiri dan Politeknik Kutaraja,” harapnya.

Kelima mahasiswa Politeknik Kutaraja yang berhasil terpilih dan mewakili program participant student exchange tahun 2019 masing masing yaitu Winta Fitrati dari Prodi Analis Keuangan, Nabila Rosya, Aan Ginnastiar, M. Ali Mufid ketiganya dari Prodi MKSP dan Eva Prodi ADP.

Selain melakukan kegiatan akademik, para pelajar juga diperkenalkan tentang kebudayaan bangsa Malaysia, Melayu, dan tradisi Islam Melayu.

Bahkan menurut penuturan salah satu peserta Winta Fitrati mengatakan mereka diinapkan di rumah-rumah penduduk selama program ini berlangsung.

Tujuannya adalah agar para pelajar dari Indonesia bisa berinteraksi langsung dan melihat secara lebih dekat bagaimana budaya hidup masyarakat di daerah pelaksanaan program.

Strategi ini sangat baik untuk membangun hubungan. Sebab terjalin komunikasi dua arah secara langsung.

Bagi Politeknik Kutaraja ini merupakan delegasi pertama yang dikirim dalam pelaksanaan pertukaran pelajar. Mudah-mudahan ini awal yang baik untuk tahun-tahun berikutnya.

Diharapkan kedepan bisa mengirimkan jumlah pelajar yang lebih banyak lagi dan tidak hanya ke Malaysia bahkan ke negara lain seperti Singapura, Korea, dan Brunai Darussalam. (*)

Komentar

Indeks Berita