490 Bidang Tanah Aset Pemkab Bireuen belum Disertifikat

Sejak Bireuen mekar dari Kabupaten Aceh Utara, saat ini ada 866 bidang tanah aset daerah yang sudah terdata dan dari jumlah itu ada 490 bidang belum disertifikatkan.
Aset Pemkab Bireuen
Kadis Pertanahan Bireuen, Hanafiah SP menyampaikan penjelasan kepada wartawan, Kamis (28/01/2021) pagi. (Foto : Rahmat Hidayat/ACEHSATU .COM).

Aset Pemkab Bireuen

ACEHSATU.COM | BIREUEN – Aset Pemkab Bireuen masih banyak yang belum memiliki sertifikat sejak Bireuen mekar dari Kabupaten Aceh Utara.

Saat ini ada 866 bidang tanah aset daerah yang sudah terdata dan dari jumlah itu ada 490 bidang belum disertifikatkan.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Pertanahan Bireuen, Hanafiah SP, menjawab wartawan saat temu ramah antara Bupati Bireuen Dr H Muzakkar A Gani SH MSi didampingi pejabat Pemkab dengan insan Pers, Kamis (28/01/2021) di Pendopo Bupati.

Hanafiah menjelaskan, dari 866 bidang tanah yang sudah disertifikatkan ada 376 bidang, 44 masih dalam proses dalam waktu dekat telah selesai, kemudian 490 bidang belum disertifikatkan dan akan dituntaskan secara bertahap nantinya.

Aset Pemkab Bireuen
Kadis Pertanahan Bireuen, Hanafiah SP menyampaikan penjelasan kepada wartawan, Kamis (28/01/2021) pagi. (Foto : Rahmat Hidayat/ACEHSATU .COM).

Selain itu juga dijelaskan, Pemkab Bireuen terus mengupayakan seluruh aset punya sertifikat, termasuk sudah tiga hari ini petugas dari BPN dan Dinas Pertanahan Bireuen melakukan pengembalian batas lahan peternakan seluas 66 hektare di Krueng Simpo Kecamatan Juli.

Dikatakan juga dalam hal aset ini kendala dihadapi, ada informasi dari masyarakat terkait aset daerah, namun dokumen tidak ada untuk disertifikatkan, sebut Hanafiah ditanya lebih lanjut Acehsatu.Com selesai pertemuan itu.

Untuk mengatasi kendala ini, ada program PTSL perubahan dari Prona, untuk Bireuen ada 30 ribu bidang tanah milik Pemkab dan masyarakat mulai tanah rumah, kebun, sawah, tambak dan lainnya, dari jumlah itu 5.500 tersedia dana untuk sertifikat yaitu di Kecamatan Jeumpa, Kuala, Peudada.

Kami mengharapkan peran wartawan di Bireuen untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat agar jangan takut buat sertifikat tanah, jangan takut, dengan ada sertifikat dapat membantu meningkatkan ekonomi masyarakat, bisa jadi anggunan untuk modal usaha produktif.

Dengan membuat sertifikat tanah tidak ada nanti dinaikkan pajak, dan yang lebih penting lagi masyarakat sudah memiliki kepastian hukum terhadap harta dimiliki tersebut. “Aset tanah Pemkab Bireuen ada kemungkinan bertambah 30 persen, saat ini tidak ada dokumen,” terang Hanafiah. (*)