Lhokseumawe

400 Kelompok Lebih Masuk dalam Dokumen Kasus Dugaan Korupsi Bantuan Ternak

Seluruh kelompok yang masuk dalam dokumen penerima bantuan dugaan korupsi mencapai 400 lebih kelompok

Ilustrasi Korupsi

ACEHSATU.COM | LHOKSEUMAWE – Penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Lhokseumawe terus melakukan pemeriksaan terhadap dugaan korupsi bantuan ternak dengan total anggaran Rp 14,5 miliar yang bersumber dari APBK tahun 2014. Seluruh kelompok yang masuk dalam dokumen penerima bantuan dugaan korupsi mencapai 400 kelompok lebih.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kapolres Lhokseumawe, AKBP Hendri Budiman melalui Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha Waruwu kepada Acehsatu.com, Jum’at (25/08/2017)

Baca Juga: Kasus Dugaan Korupsi Bantuan Ternak Rp 14,5 Miliar, Polisi Turun ke Desa-desa

Menurut data yang didapat penyidik, ada empat kecamatan yang terindikasi korupsi terhadap kasus bantuan ternak, sebut AKP Budi Nasuha Waruwu.

AKP Budi Nasuha Waruwu menjelaskan, pihaknya juga menemukan kejanggalan beberapa nama kelompok penerima bantuan ternak, seperti nama kelompok Singa, Karu Sabe, dan beberapa kelompok lainnya.

Untuk itu pihaknya akan terus berupaya melakukan pemeriksaan terhadap kelompok-kelompok penerima bantuan dengan cara turun ke lokasi dan desa-desa di empat kecamatan dalam Kota Lhokseumawe.

AKP Budi Nasuha  mengakui, saat ini pihaknya sudah memerikas ratusan saksi termasuk yang baru selesai dimeriksa yaitu kelompok yang ada di Kecamatan Banda Sakti, ujarnya.

“Seluruh kelompok yang masuk dalam dokumen penerima bantuan dugaan korupsi mencapai 400 lebih kelompok” paparnya.

Sejauh ini, kata AKP Budi Nasuha, pemeriksaan kelompok-kelompok penerima bantuan hanya tinggal 20 persen lagi. Proses pemeriksaan dilakukan dengan cara dipanggil oleh penyidik ke Kantor Keuchik maupun Meunasah Gampong.

“Kasus ini kami sudah memiliki target untuk merampungkan seluruh kelengkapan alat bukti yang nantinya akan kami serahkan kepada pihak kejaksaan”, pungkasnya.

To Top