238 Nelayan Bireuen Terima Bantuan Mesin Boat Bahan Bakar Gas dari Kementerian ESDM

Sebanyak 238 nelayan Bireuen menerima bantuan mesin konkit 5,5 Pk untuk boat, konversi dari bahan bahan minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG), program kemitraan Kementerian ESDM dan anggota DPR RI komisi VII Drs H Anwar Idris, Selasa (17/11/2020) pagi di Aula Kantor Camat Jangka.
Nelayan Bireuen Terima Bantuan Mesin Boat Bahan Bakar Gas dari Kementerian ESDM
Anggota DPR RI Komisi VII Dr H Anwar Idris didampingi Bupati Bireuen Dr H Muzakkar A Gani SH MSi dan pejabat terkait menyerahkan secara simbolis mesin boat nelayan berbahan bakar gas, Selasa (17/11/2020) pagi dikantor Camat Jangka. (Foto. Rahmat Hidayat/ACEHSATU.COM).

238 Nelayan Bireuen Terima Bantuan Mesin Boat Bahan Bakar Gas dari Kementerian ESDM

ACEHSATU.COM | BIREUEN – Sebanyak 238 nelayan Bireuen menerima bantuan mesin konkit 5,5 Pk untuk boat, konversi dari bahan bahan minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG), program kemitraan Kementerian ESDM dan anggota DPR RI komisi VII Drs H Anwar Idris, Selasa (17/11/2020) pagi di Aula Kantor Camat Jangka.

Amatan ACEHSATU.COM, bantuan diserah Bupati Bireuen Dr H Muzakkar A Gani SH MSi, anggota DPR RI komisi VII Drs H Anwar Idris, mewakili Dirjen Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Gusrinaldi, dan anggota DPRA Dr H Amiruddin Idris SE MSi, pejabat terkait lainnya.

Bupati Bireuen, Dr Muzakkar A Gani SH MSi dalam sambutannya berterimakasih kepada kementerian EDSM dan anggota DPR RI komisi VII atas bantuan mesin boat dikonversi bahan bakar gas, bagi nelayan selama ini pakai bahan bakar minyak.

Menurutnya, program ini sangat penting dan bermanfaat bagi nelayan karena lebih hemat biaya, ramah lingkungan. Dengan bahan bakar minyak selain menimbulkan bekas minyak, limbah tumpah ke air jadi perusakan lingkungan, sehingga ahli dan pemerintah menerapkan mesin ini.

Kabupaten Bireuen memiliki garis pantai mencapai 70 km, menjadi kawasan usaha penangkapan ikan laut, jumlah nelayan 7.614 orang, boat/kapal 1.728 unit, yang pakai BBM solar 1.289 unit butuh 64.000 liter/hari, dan 439 unit lainnya, pakai BBM premium dalam sehari 22.000 liter/hari.

Bagi nelayan terus belajar pengembangan teknologi ini dan dapat mengoperasikan mesin baru sehingga dirasa manfaatnya. “Kami harap bantuan ini dapat ditambah lagi untuk nelayan, hasil tangkapan ikan meningkat dan hemat biaya,” ujar Bupati Muzakkar A Gani.

Anggota DPR RI Komisi VII Drs H Anwar Idris diantaranya mengharapkan bantuan mesin boat bahan bakar gas ini, benar-benar dapat dirasa mamfaat nelayan dan menghemat 50 persen biaya operasional dari memakai BBM premium.

“Apabila masih ada nelayan boat mesin 5,5 di Bireuen menggunakan BBM premium belum dapat bantuan mesin ini, agar dapat segera diajukan kepada saya, tahun 2021 kita usahakan bantuan untuk nelayan kecil ini sudah tuntas semua, nanti kita lanjut kepada nelayan lain,” ungkap Anwar Idris.

Dirjen Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM diwakili Gusrinaldi sebagai Analis Keselamatan Kegiatan Hilir Migas, dalam sambutannya diantaranya mengatakan, untuk Bireuen ada 238 unit bantuan diberikan secara gratis.

Diharapkan bantuan ini memberi pilihan bagi nelayan untuk akses energi, juga ada dampaknya kepada perekonomian karena mengurangi biaya melaut. “Kami harap mesin ini dimanfaatkan dan dirawat oleh nelayan, jangan diperjualbelikan karena ini bantuan pemerintah,” imbuhnya. (*)