20 Negara Pesan Sputnik V, Vaksin Corona Rusia yang Diproduksi September Ini

20 Negara pesan Vaksin Corona buatan Rusia
Ilustrasi Vaksin Corona. | Foto AFP/NICOLAS ASFOURI

ACEHSATU.COM | MOSKOW – Sebanyak 20 negara di dunia dilaporkan telah memesan pembelian vaksin untuk Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), Sputnik V buatan Rusia. Pejabat Rusia sebelumnya menyatakan Sputnik V akan mulai diproduksi dalam skala besar pada bulan September tahun ini.

Informasi pemesanan oleh 20 negera itu disampaikan Kementerian Kesehatan Rusia. Dia juga mengumumkan bahwa proses produksi vaksin untuk virus Covid-19 resmi dimulai pada Sabtu (15/8/2020) ini.

Mengutip CNNIndonesia dari RT News, Kementerian Kesehatan memprediksi vaksin dengan nama komersial Sputnik V (nama resmi: Gam-COVID-Vak) bisa mulai dibagikan setidaknya Januari 2021.

Vaksin yang dikembangkan oleh Gamaleya National Research Center ini akan diberikan dua kali ke dalam tubuh manusia dalam selang tiga minggu dan diklaim bisa memicu sistem imunitas terhadap virus corona.

Pejabat Gamaleya, Alexander Gintsburg, menyebut produksi vaksin dilakukan oleh tiga perusahaan dan dalam satu bulan ke depan diperkirakan satu juta vaksin selesai dibuat.

“Hingga akhir tahun, akan ada 1,5-2 juta dosis yang diproduksi,” kata Gintsburg.

Kendati begitu, Gintsburg menegaskan, untuk memenuhi kebutuhan seluruh Rusia pihaknya memerlukan waktu setidaknya 9 hingga 12 bulan. 

Rusia menjadi negara pertama di dunia yang meregistrasi penggunaan vaksin virus yang pertama kali muncul di kota Wuhan, China itu.

Kementerian Kesehatan Rusia telah memberikan izin regulasi terhadap produksi vaksin Covid-19 setelah uji coba kepada pasien yang dilakukan kurang dari sebulan.

Pemerintah Rusia sendiri langsung mendaftarkan vaksin setelah lolos uji klinis fase I dan II, dan mengklaim tidak perlu melewati fase III.

Keamanan Sputnik V

Sementara sejumlah pakar menyatakan keraguan terkait keamanan vaksin buatan Rusia yang akan dilepas ke publik, sementara perusahaan farmasi lainnya masih melakukan uji coba massal.

Pakar kesehatan Brasil dan mantan pejabat regulasi senior juga mengungkapkan kekhawatiran yang sama soal keamanan vaksin buatan Rusia.

Sputnik V disebut belum lolos uji coba massal yang wajib dilakukan sebelum vaksin diproduksi dan dilepas ke masyarakat.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebelumnya juga mengatakan belum bisa menjamin keamanan vaksin Sputnik V sebelum melewati tahap uji klinis ketiga.

“Kami berhubungan erat dengan otoritas kesehatan Rusia dan diskusi sedang berlangsung sehubungan dengan kemungkinan prakualifikasi vaksin WHO,”

“Tetapi sekali lagi prakualifikasi vaksin apapun mencakup tinjauan dan penilaian yang cermat dari semua data keamanan dan kemanjuran yang diperlukan,” kata juru bicara WHO, Tarik Jasarevic, dalam jumpa pers di Swiss, seperti dilansir Associated Press, Rabu (12/8/2020).

Duterte buka peluang

Sedangkan Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengatakan dirinya membuka peluang menjadi penerima vaksin Rusia pada Mei 2021.

“Ketika vaksin datang, saya akan menyuntikkannya di depan umum. Tidak apa-apa jika bereksperimen dengan saya. Jika berhasil, maka vaksin ini akan bisa digunakan untuk semua orang,” ujar Rodrigo Duterte. (*)