16 Paramedis RSUD Tamiang Positif Corona, Pelayanan IGD Dihentikan

16 Paramedis RSUD Aceh Tamiang Positif Corona, Pelayanan IGD Ditutup

ACEHSATU.COM | ACEH TAMIANG — Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah Aceh Tamiang mulai tadi ditutup untuk sementara.

Penutupan  IGD tersebut diduga akibat paramedis RSUD Aceh Tamiang positif corona.

Penutupan tersebut dimulai hari ini, Kamis (30/7/2020).

Informasi dihimpun, pengalihan pelayanan IGD ini ke tenda darurat disebabkan status 16 paramedis positif Covid-19 berdasarkan hasil swab yang dikeluarkan Balitbangkes pada 29 Juli 2020.

Termasuk satu orang dokter spesialis.

Pantuaan Wartawan Tamiangsatu.com di lokasi IGD RSUD setempat terlihat pintu kaca ruangan IGD tersebut bertuliska IGD RSUD KAB ACEH TAMIANG di TUTUP Pelayanan Emergency di alihkan ke RS Pertamina Rantau dan RSUD LANGSA.

Kemudian dipintu masuk tersebut sudah dipalang dengan dua unit tempat tidur pasien.

Direktur RSUD Aceh Tamiang, dr. T. Dedy Syah kepada Tamiangsatu.com membenarkan penutupan IGD RSUD.

“Iya benar kita tutup sementara, nanti secara resmi akan direalise berita oleh Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang,” sebutnya.

Dedy menambahkan untuk sementara dari rapat tadi akan dibangun Tenda Darurat untuk pelayanan darurat.

“Hasil rapat tadi dengan Pak Bupati dan dinas terkait kita bangun Tenda Darurat untuk pelayanan darurat,” sebut dr. Dedy.

Juru Bicara Pemerintah kepada para pejabat Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang Agusliayana Devita ketika dikonfirmasi melalui pesan Whatsapp-nya mengatakan nanti informasi resmi akan keluarkan, saat ini pihaknya masih rapat.

Data seluruh Aceh

Sebelumnya diberitakan kasus positif kasus corona di Aceh kembali terjadi penambahan. Hari ini, Kamis  (30/7/2020), tercatat 74 orang yang terkonfirmasi positif kasus corona.

Data ini menunjukkan bahwa sehari sebelumnya jangkitan virus corona di Aceh “hanya” 45 kasus.

Sebelumnya lagi pernah 27 kasus (pada 15 Juli), 22 kasus (28 Juli), dan 13 kasus dalam satu hari tiga pekan lalu.

Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr Hanif di Banda Aceh, mengatakan, 50 dari 74 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 itu diketahui berdasarkan hasil pemeriksaan swab berbasis real time polymerase chain reaction (RT-PCR) di Laboratorium Balitbangkes Aceh  di Gampong Bada, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar.

Sedangkan 24 orang lagi diketahui positif Covid-19 dari hasil uji swab di Laboratorium Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.

Data ini menujukkan hasil tertinggi angka positif Covid-19 di Aceh sejak pertengahan Maret. (*)