139 Ekor Sapi di Aceh Utara Terindikasi PMK, Sementara Pasar Hewan Panton Labu Ditutup

Menanggapi permasalahan tersebut Pemkab Aceh Utara melalui Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan meminta peternak mengkarantina atau mengasingkan sapi terindikasi penyakit mulut dan kuku (PMK) agar tidak menular ke hewan ternak lainnya.
139 ekor sapi di Aceh Utara terindikasi PMK
eluruh kepala puskeswan di 13 Puskeswan dan petugas peternakan kecamatan untuk terus monitor di lapangan.

ACEHSATU.COM | Lhoksukon – 139 ekor sapi di Aceh Utara terindikasi PMK, Sementara Pasar Hewan Panton Labu ditutup.

Merebaknya wabah PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) pada ternak di sejumlah wilayah Indonesia dimana Kementerian Pertanian (Kementan) yang telah ditetapkan sebagai wabah di Jawa Timur dan Aceh.

Menanggapi permasalahan tersebut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Utara melalui Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan meminta peternak mengkarantina atau mengasingkan sapi terindikasi penyakit mulut dan kuku (PMK) agar tidak menular ke hewan ternak lainnya.

Dimana di ketahui di Aceh Utara sebanyak 139 ekor sapi terindikasi Wabah PMK , yang tersebar di 12 Kecamatan di antaranya, 7 y di kecamatan langkahan, 8 ekor di kecamatan Baktiya , 9 Ekor di kecamatan tanah Jambo Aye , 73 ekor di Kecamatan Lhoksukon, 1 ekor di kecamatan Seunuddon,4 ekor di Kecamatan Dewantara, 1 ekor Kecamatan Tanah Luas, 2 ekor Kecamatan Nisam Antara , 21ekor Kecamatan Kuta Makmur, 2 ekor Kecamatan Meurah Mulia, 8 ekor Kecamatan Cot Girek, dan tiga ekor di kecamatan muara batu.

Berdasarkan data yang diperoleh dari dinas perkebunan, peternakan dan kesehatan hewan kabupaten Aceh Utara untuk populasi ternak besar di Aceh Utara , untuk sapi ada 117.800 ekor dan untuk kerbau ada 5.828 ekor. Dan hingga saat ini belum ada ternak yang mati akibat wabah PMK.

Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Aceh Utara melalui Sekretaris Dinas drh Muzakir yang di konfirmasi Acehsatu.com pada, Rabu (18/05/2022), mengatakan untuk saat ini kita telah mengupayakan seluruh kemampuan yang ada

Dalam hal ini kita melibatkan seluruh kepala puskeswan di 13 Puskeswan dan petugas peternakan kecamatan untuk terus monitor di lapangan. Kita juga selalu berkoordinasi dengan Polsek setempat lewat babinkamtibmas.

“Sapi yang terindikasi penyakit mulut dan kuku sudah dikarantina atau diasingkan. Karantina ini sebagai upaya mencegah penularan penyakit tersebut.

Karena itu, kami minta peternak mengarantina ternaknya yang terindikasi PMK,” kata Muzakir yang Akrab disapa Muzek.

Saat ini sebut Muzakir, petugas sudah mengambil sampel darah pada sapi yang terindikasi PMK dan segera dikirim ke Balai Veteriner Medan untuk diuji laboratorium.

Sapi – sapi yang terindikasi PMK tersebut belum mengarah Positif PMK kerena belum ada hasil dari uji laboratorium.

Selain itu pihaknya juga telah melakukan berbagai upaya pencegahan penyebaran PMK dimana saat ini pihak Dinas Perkebunan Peternakan dan Kesehatan Hewan, telah melakukan penutupan Pasar Hewan Terpadu Panton Labu untuk sementara waktu.

Menurutnya untuk mencegah penyebaran wabah PMK ,maka harus dibatasi pengawasan terhadap lalu lintas ternak.

Dan juga Hewan yg di laporkan sakit kita obati dengan antibiotik,anti peuritik dan injeksi vitamin untuk peningkatan Anti body. Dan saat ini untuk Aceh Utara sendiri belum ada vaksin, tutup Muzakir.