13 Santriwati Korban Pemerkosaan Herry Wirawan Jalani Trauma Healing

seluruh santriwati korban pemerkosaan Herry Wirawan telah menjalani trauma healing di Rumah Aman Simpati Adhyaksa. Sekadar diketahui, korban kasus tersebut berjumlah 13 orang.
Herry Wirawan terdakwa kasus pemerkosaan 13 santriwati

ACEHSATU.COM | Sukabumi – 13 Santriwati Korban Pemerkosaan Herry Wirawan Jalani Trauma Healing. Beberapa bulan lalu kasus viral yang menjerat Herry Wirawan yang di sebut Predator seks ini memiliki latar belakang seorang guru dan sekaligus pengurus di lembaga pendidikan Madani Boarding School di Cibiru Bandung Jawa barat.

Diketahui Predator Seks ini Memperkosa murid nya yang masih bawah umur sejak 2016 hingga 2021, sehingga ada beberapa korbannya sampai melahirkan.

Aksi bejat tersebut diketahui dilakukan di berbagai tempat, diantaranya di Pesantren, Basecamp, Apartemen hingga Hotel di Bandung.

Atas perbuatannya, Herry si predator seks ini dijerat Pasal 81 ayat (1), ayat (3) Jo Pasal 76D UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak Jo Pasal 65 KUHPidana.

Tak hanya memperkosa, Selain itu Herry juga dituding menggunakan dana bantuan Pemda untuk keperluan pribadi.

Terdakwa pelaku yang perkosa santri tersebut bisa didakwa dengan Pasal 81 ayat (1), ayat (3) jo Pasal 76.D UU R.I Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 65 ayat (1) KUHP

Kajati Jabar Asep N Mulyana mengatakan seluruh santriwati korban pemerkosaan Herry Wirawan telah menjalani trauma healing di Rumah Aman Simpati Adhyaksa. Sekadar diketahui, korban kasus tersebut berjumlah 13 orang.

“Untuk para korban, kami di Sumedang membuat Rumah Aman Simpati Adhyaksa, kerja sama dengan Pemkab Sumedang dan PT Telkom. Ini adalah salah satu upaya melindungi mereka (korban),” kata Asep usai meresmikan Gedung Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kejari Kabupaten Sukabumi, Jumat (4/2/2022).

Selama di Rumah Aman Simpati Adhyaksa, menurut Asep, seluruh korban juga mendapatkan akses pendidikan. “Rumah itu adalah tempat bagi pendidikan mereka, trauma healing mereka, bagaimana kita melindungi mereka. Kami juga membuat rumah Kampung Adhyaksa, bagaimana mereka bisa menempuh pendidikan keagamaan,” tutur Asep.

Menurut Asep, di rumah tersebut, para korban bisa tetap menatap masa depan kembali. “Kami fokus pemulihan kepada anak-anak selaku korban,” ucapnya.

Dia mengatakan sidang putusan kasus Herry Wirawan akan digelar pekan depan. Ia berharap hukuman mati kepada terdakwa Herry sesuai dengan tuntutan jaksa.

“Doakan agar keputusannya sesuai keinginan kita bersama,” ujar Asep.