Nasional

11 Oktober Pencarian Korban Palu Dihentikan, 5.000 Korban Diperkirakan Masih Tertimbun

BNPB mencatat hingga H+11 atau hari ini jumlah korban meninggal akibat gempa dan tsunami di Sulteng yang berhasil ditemukan sebanyak 2.010 orang.

Citra Satelit Perlihatkan Dampak Likuifaksi Petobo dan Jono Oge hingga Ratusan Hektare

ACEHSATU.COM | SULAWESI TENGAH –  Badan Nasional Penanggulangan dan Bencana (BNPB) akan menyetop pencarian dan evakuasi korban tewas akibat gempa, tsunami dan likuifaksi di Kota Palu, Sulawesi Tengah mulai Kamis 11 Oktober 2018. Namun, jika ada masyarakat ingin tetap mencari korban pemerintah mempersilakannya.

“Jadi mulai 11 oktober 2018 secara resmi proses evakuasi disetop,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam konferensi pers di Kantor Pusat BNPB, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Selasa (9/10/2018).

Palu diguncang gempa pada Jumat 23 September 2018, disusul gelombang tsunami menerjang pesisir kota itu. Kemudian tiga kelurahan yakni Petobo, Balaroa dan Jono Oge “ditelan lumpur” atau likuifaksi yang muncul setelah gempa.

Pada Kamis, 11 Oktober 2019 nanti genap 11 hari pencarian korban dilakukan sehingga pemerintah memutuskan menghentikannya dan difokuskan ke penanganan pemulihan infrastruktur.

Salah satu alasan menyetop evakuasi korban di sana, lanjut Sutopo, karena kondisi jenazah dipastikan sudah melepuh dan tidak dikenali jika sudah melewati dua pekan. Jadi, jika nanti ada jenazah yang ditemukan setelah pencarian dihentikan, langsung dikuburkan tanpa diidentifikasi lagi.

“Jenazah yang ditemukan langsung dimakamkan karena berpotensi menimbulkan penyakit,” imbuh dia.

Sutopo menuturkan, evakuasi di Jono Oge belum dapat dilakukan karena lumpur masih basah, medan yang berat dan belum adanya eskavator amfibi.

“Mengusulkan evakuasi tidak dilanjutkan, menjadikan lokasi penguburan massal,” ujarnya.

Sutopo menjelaskan, pihaknya tetap mengizinkan kepada masyarakat dan relawan yang ingin mencari sanak familinya.

“Namun jika masyarakat ingin mencari kita persilakan,” pungkasnya.

BNPB mencatat hingga H+11 atau hari ini jumlah korban meninggal akibat gempa dan tsunami di Sulteng yang berhasil ditemukan sebanyak 2.010 orang.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top