11 Gampong di Pandrah Dilaunching Sebagai Desa Layak Anak

Sebanyak 11 gampong dalam Kecamatan Pandrah, Kabupaten Bireuen, ditetapkan dan dilaunching secara bertahap menuju gampong layak anak yang perdana digelar di Panton Bili pada Rabu (07/10/2020) pagi.
Keuchik Panton Bili, Kecamatan Pandrah Heri Wahyudi dan sejumlah anak-anak membacakan ikrar bersama di acara launching Gampong Layak Anak, Rabu (07/10/2020) pagi. (Foto. Rahmat Hidayat/ACEHSATU.COM).

ACEHSATU COM | BIREUEN – Sebanyak 11 gampong dalam Kecamatan Pandrah, Kabupaten Bireuen, ditetapkan dan dilaunching secara bertahap menuju gampong layak anak yang perdana digelar di Panton Bili pada Rabu (07/10/2020) pagi.

Ke 11 gampong tersebut yaitu Panton Bili, Blang Samagadeng, Kuta Rusep, Gampong Blang, Pandrah Kandeh, Cot Leubeng, Meunasah Reudep, Uteun Kruet, Lhok Dagang, Nase Barat, Nase Mee.

Hal itu disampaikan Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Rosdiana Yusuf Sp saat dikonfirmasi ACEHSATU.COM usai grand lounching ditandai dengan pembacaan komitmen bersama oleh Keuchik Panton Bili Heri Wahyudi dan sejumlah anak-anak peserta kegiatan.

Dijelaskan juga kegiatan ini terintegrasi dengan dinas, instansi terkait, muspika, pengusaha termasuk dengan wartawan. Dan dalam kegiatan launching ini anak-anak di desa yang pinter dan berani tampil kita berikan hadiahnya.

Adapun tujuan ditetapkannya 11 gampong menuju layak anak tersebut, sebagai persiapan naik peringkat, setelah Bireuen tahun 2019 ditetapkan sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA) katagori pratama, untuk naik peringkat madya harus ada 30 persen gampong sudah menuju layak anak.

“Maka untuk persiapan naik peringkat Madya tahun 2020 ini, hari ini kita grand launching 11 gampong secara bertahap satu hari dua gampong,” jelas Rosdiana Yusuf turut dihadiri pejabat dari Provinsi Aceh, Kabupaten Bireuen, Kecamatan Pandrah serta perangkat dan masyarakat.

Diharap dengan ditetapkan 11 gampong di Kecamatan Pandrah, untuk menuju layak anak, dapat menurunkan tindak kekerasan terhadap anak, pernikahan dini, pengaruh narkoba, pornografi, game online, dan pergaulan bebas.

Dalam hal ini perlu pengawasan orang tua terhadap anak, dan orang tua harus peka terhadap tumbuh kembang anak dengan memperhatikan asupan gizinya dan juga membekali anak-anak dengan ilmu agama sebagaimana program Kabupaten Bireuen menggalakkan penghafal Alquran bagi anak-anak, ungkap Rosdiana.(*)