108 Warga Lhokseumawe Terkena COVID-19, Tiga Diantaranya Meninggal Dunia

Terkait meningkatnya kasus COVID-19 di Lhokseumawe, Marzuki mengingatkan masyarakat agar tetap menerapkan protokol kesehatan dan mengikuti vaksinasi guna membentuk kekebalan tubuh secara komunal.
108 warga Lhokseumawe terpapar COVID-19
108 warga Lhokseumawe terpapar COVID-19

ACEHSATU.COM | Lhokseumawe – Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kota Lhokseumawe Marzuki di Lhokseumawe, Selasa, mengatakan bahwa sejak awal tahun 2022 daerah itu mengalami lonjakan kasus COVID-19.

Selanjutnya Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Kota Lhokseumawe juga menyampaikan sebanyak 108 warga di daerah itu terpapar demam virus corona sejak awal tahun 2022.

“Kasus baru COVID-19 sedang melonjak tajam di Kota Lhokseumawe, padahal sempat nihil selama dua bulan di akhir tahun 2021,” katanya. 

Marzuki menyebutkan, dari total tersebut, sebanyak tiga warga Lhokseumawe meninggal dunia akibat terpapar COVID-19. Sementara yang sudah dinyatakan sembuh sebanyak 42 orang. 

“63 orang masih dinyatakan positif terpapar COVID-19 dengan rincian 27 orang dirawat di rumah sakit dan 36 orang menjalankan isolasi mandiri di rumahnya masing-masing,” katanya. 

Terkait meningkatnya kasus COVID-19 di Lhokseumawe, Marzuki mengingatkan masyarakat agar tetap menerapkan protokol kesehatan dan mengikuti vaksinasi guna membentuk kekebalan tubuh secara komunal. 

“Pandemi COVID-19 belum berakhir. Masyarakat harus tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan,” katanya.

241 warga Banda Aceh masih jalani isolasi mandiri

Sebanyak 241 warga Banda Aceh masih menjalani isolasi mandiri COVID-19 dari total 248 orang, sedangkan tujuh lainnya harus mendapatkan perawatan secara intensif di rumah sakit. 

“Sebenarnya yang masih dalam perawatan ada 248 orang, tapi 241 orang hanya menjalani isolasi mandiri, dan tujuh lainnya harus dirawat di rumah sakit,” kata Kepala BPBD Banda Aceh Rizal Abdillah, di Banda Aceh, Rabu.

Wakil Sekretaris Satgas COVID-19 COVID-19 Banda Aceh itu menyampaikan, berdasarkan data terakhir Dinas Kesehatan setempat, kasus di Banda Aceh kembali bertambah 14 orang, dengan pasien sembuh 34 orang dan meninggal satu orang.

Secara kumulatif, kata Rizal, kasus di Banda Aceh sejak dilanda COVID-19 sudah mencapai 9.126 orang, diantaranya 8.550 dinyatakan sembuh, 328 meninggal dunia, dan 248 masih dalam perawatan.

Kasus COVID-19 Banda Aceh kembali meningkat sejak tiga pekan terakhir, kondisi ini membuat pemerintah setempat kembali memberlakukan PPKM level 3 dari PPKM level 1.

Terkait meningkatnya kasus COVID-19 ini, Rizal mengatakan pihaknya kembali menggencarkan razia protokol kesehatan di tempat keramaian seperti warung kopi. 

Sekarang, kata Rizal, warkop serta tempat usaha lainnya di Banda Aceh harus tutup pukul 23.00 WIB, ini bertujuan untuk menjaga agar masyarakat dapat beristirahat cukup, sehingga daya tahan tubuh terjaga.

“Pengawasan prokes pada tempat keramaian terus dilakukan dengan pengawalan langsung dari Satgas COVID-19,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Rizal juga mengimbau masyarakat untuk terus melakukan vaksinasi, sehingga dapat meminimalisir resiko terpaparnya virus mematikan tersebut. 

“Kita berharap masyarakat yang tervasinasi terus meningkat, karena dengan vaksin dapat melawan ganasnya omicron COVID-19,” demikian Rizal Abdillah.