Internasional

Israel Caplok Lebih dari 200 Hektar Tanah Tepi Barat

Israel dilaporkan telah mencaplok lebih dari 200 hektar tanah di wilayah Tepi Barat, berdekatan dengan Laut Mati dan kota Jericho di Palestina. | REUTERS/RONEN ZVULUN

Israel dilaporkan telah mencaplok lebih dari 200 hektar tanah di wilayah Tepi Barat, berdekatan dengan Laut Mati dan kota Jericho di Palestina. | REUTERS/RONEN ZVULUN

ACEHSATU.COMJAKARTA  Israel dilaporkan telah mencaplok lebih dari 200 hektar tanah di wilayah Tepi Barat, berdekatan dengan Laut Mati dan kota Jericho di Palestina. 

Media Israel, Army Radio melaporkan pada Selasa (15/3) bahwa gerakan Peace Now, yang melacak dan menentang permukiman Israel di wilayah yang direbut dalam perang 1967 itu, melaporkan perampasan tanah oleh Israel mencapai 234 hektar. Perampasan tanah ini merupakan yang terbesar di Tepi Barat selama beberapa tahun terakhir.

Kelompok itu menyatakan bahwa Israel berencana memperluas permukiman Yahudi dan membangun pariwisata serta fasilitas komersial lainnya di daerah itu.

Terkait hal ini, kepala negosiator dari Palestina, Saeb Erekat menyerukan masyarakat internasional untuk menekan Israel menghentikan pencaplokan tanah di Tepi Barat. Sejumlah negara meilai permukiman Israel di Tepi Barat dan Yerusalem Timur merupakan perampasan tanah yang ilegal dan menjadi hambatan bagi upaya perdamaian Palestina-Israel.

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat meluncurkan kritikan terhadap pencaplokan tanah oleh Israel dengan penyatakan bahwa tindakan perampasan tanah dan ekspansi pemukiman Israel menjadi hal yang “fundamental dalam merusak prospek solusi dua-negara.”

“Kami sangat menentang setiap langkah perluasan permukiman, yang menimbulkan pertanyaan serius tentang niat jangka panjang Israel,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, John Kirby.

Ditanya soal laporan Army Radio soal penyitaan tanah tersebut, kantor Menteri Pertahanan Israel, Moshe Yaalon menyatakan kepada Reuters, “Kami tidak berhubungan dengan masalah ini.”

Pada Selasa, Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) dalam akun Twitter-nya menggunggah foto pemberitahuan penyitaan tanah oleh Israel, yakni sebuah peta dalam bahasa Ibrani dan dokumen yang menyertainya berjudul “Deklarasi milik pemerintah.”

Dokumen tertanggal 10 Maret itu menyebutkan bahwa sekitar 579 acre (234 hektar) perampasan tanah yang tertandai di peta, dan ditandatangani oleh pejabat “pengawas properti milik pemerintah dan properti yang terbengkalai di Judea dan Samaria,” istilah yang digunakan Israel untuk menyebut Tepi Barat.

Pencaplokan tanah itu menjadi yang terbesar sejak Agustus 2014, dan bahkan lebih besar dari pencaplokan tanah seluas 154 hektar yang diklaim oleh pemerintah Israel di dekat Laut Mati. Rencana tersebut memicu kecaman dari publik internasional.

(SUMBER: CNN INDONESIA)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top