10 Tahun Tinggal di Rumah Lapuk, Rumah Zainuddin Akhirnya Dibedah Patransip

Keluarga Zainuddin tidak hanya tinggal bersama istrinya,  namun didalam bangunan tua yang lapuk ditembusi angin dan harus menyediakan ember ketika hujan karena atapnya bocor, keluarga Zainuddin juga tinggal bersama empat putranya yang salah seorang anak bungsunya masih berusia 22 Bulan. 

ACEHSATU.COM | Aceh Utara,- Siapa yang tidak ingin memiliki rumah yang layak ditempati oleh anak dan istri , namun karena faktor ekonomi pasangan suami istri Zainuddin (40) dan Khairan (38) warga Gampong Buket Dara Baro, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara bertahun -tahun terpaksa tinggal dan bertahan hidup di rumah beratap daun rumbia berdinding anyaman bambu yang telah lapuk dimakan usia yang dibangun 10 Tahun lalu. 

Keluarga Zainuddin tidak hanya tinggal bersama istrinya,  namun didalam bangunan tua yang lapuk ditembusi angin dan harus menyediakan ember ketika hujan karena atapnya bocor, keluarga Zainuddin juga tinggal bersama empat putranya yang salah seorang anak bungsunya masih berusia 22 Bulan. 

Sementara anak sulung Zainuddin yang kesehariannya bekerja sebagai buruh tani, kini sedang mengemban pendidikan kelas II SMP juga terpaksa bertahan hidup bersama orang tuanya. 

Herman, Ketua Paguyuban Anak Transmigrasi Sahabat Ilham Pangestu (Patransip) yang menyaksikan langsung keadaan dan kondisi keluarga Zainuddin tersentuh dan tergerak hati untuk melakukan renovasi atau bedah rumah bekerjasama dengan pemerintah desa setempat.

Kepada media Acehsatu.com pada Kamis (23/12/2021) Herman mengungkapkan, setelah pihaknya melakukan survey dilapangan dan menyaksikan langsung keadaan rumah milik Zainuddin memang layak untuk dibantu. 

“Pada saat kami datang ke rumah Zainuddin kemarin kebetulan saat itu kondisi dalam keadaan hujan dan terlihat jelas atap rumah bocor disetiap sudut rumah dan hampir tidak ada tempat untuk menghindari air hujan dan dinginpun sangat terasa karena dindingnya berbahan ayaman bambu yang telah lapuk”,  ujar Herman. 

Sehingga, lanjut Herman, pihaknya merasa sangat tersentuh dan tergerak hati dan memutuskan untuk melakukan bedah rumah yang berlangsung hari ini.

Bedah rumah keluarga Zainuddin sukses terlaksana berkat kerjasama yang baik antara Patransip dengan Pemerintah Desa Buket Dara Baro. 

“Alhamdulillah hari ini rumah yang selayaknya kita bedah terlaksana dengan baik atas kerjasama dengan pihak Gompang”,  papar Herman. 

Kedepan, kata Herman,  program tersebut bisa bisa berjalan secara berkelanjutan, sehingga bisa terbantu secara langsung orang orang yang tinggal di rumah yang tidak layak huni dangan didukung oleh instansi lain maupun donatur dengan bekerjasama dengan pihaknya.

Kita berharap kegiatan serupa bisa berjalan secara berkelanjutan dan didukung oleh instansi terkait maupun donator,  kami membuka kerjasama demi membantu orang orang yang tinggal di rumah tidak layak huni menjadi layak huni, Insya Allah bantuan tepat sasaran dan Insya Allah amanah.

Herman menambahkan, selain kegiatan renovasi atau bedah rumah, selama ini Patransip  juga telah melakukan kegiatan beberapa kegiatan sosial lainnya, diantaranya pembagian sembako dan pembagian paket mukenah dan sarung bagi masyarakat kurang mampu dibeberapa Gampong atau Desa seperti di Deaa Buket Hagu, Desa Cinta Makmur , Desa  Babusalam , Desa Seureuke , Desa Langkahan dan juga masyarakat yang tinggal di bantaran sungai Lhoksukon.

Sementara itu pasangan Zainuddin Dan Khairan berterimakasih kepada Patransip yang telah membantu keluarganya dengan melakukan renovasi rumah miliknya yang selama ini hidup dan tinggal di rumah tidak layak huni. 

Zainuddin merasa sangat senang menerima bantuan tersebut. ” saya sangat senang dan syukur Alhamdulillah hari ini Patransip telah merenovasi rumah saya, dan terimakasih juga saya ucapkan untuk aparatur Gampong”.