10 Tahun Dibiarkan Rusak Parah, Begini Penampakan Jalan Beureunuen – Keumala

0
401
Kerusakan badan jalan Provinsi, di Desa Jijiem Kecamatan Keumala. | ACEHSATU/HABIL RAZALI

 

Kerusakan badan jalan Provinsi, di Desa Jijiem, Keumala, Kabupaten Pidie. | ACEHSATU.COM/HABIL RAZALI
Kerusakan badan jalan provinsi di Desa Jijiem, Keumala, Kabupaten Pidie. | ACEHSATU.COM/HABIL RAZALI

Laporan Habil Razali

ACEHSATU.COM, SIGLI – Jalan lintas Beureunuen – Keumala, Kabupaten Pidie, sepanjang 12 km sudah 10 tahun dibiarkan rusak parah. Kerusakan sendiri dipicu oleh aktivitas galian pipa milik PDAM di sisi badan jalan dan akibat sering dilintasi truk pengangkut galian C.

Akibatnya, jalur lintas Provinsi tersebut kini kondisinya lebih mirip jalan menuju lokasi perkebunan di tengah belantara sana. Konon lagi sejak pasangan Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf memimpin Aceh, tidak pernah sekalipun jalan tersebut memperoleh penanganan.

Pantauan ACEHSATU.COM, Selasa (29/3/2016) siang, titik kerusakan paling parah terjadi di beberapa lokasi, mulai dari badan jembatan yang berada di Desa Paloh Naleung, Kecamatan Sakti, badan jalan di Desa Paloh Teungoh, jalan di depan pasar Jijiem hingga ke jembatan Toke Teh, Kecamatan Keumala.

Di jembatan Paloh Naleung, Sakti, kini kondisinya telah ditimbun pasir. Aspal pada badan jembatan bahkan tidak terlihat lagi. Lobang dengan kedalaman hingga 15 sentimeter tampak berjajar menganga di sana. Jika hujan, genangan air akan menutupi lobang sehingga sangat mengganggu aktivitas pengguna jalan.

Lobang dengan kedalaman yang sama juga terlihat di Paloh Teungoh. Bahkan kerusakan sudah sangat parah, kondisi badan jalan Provinsi sepanjang lebih 20 meter di lokasi itu sudah tak lagi tampak beraspal.

BACA: Gubernur Aceh Janji Perbaiki Jalan Lintas Beureunuen-Geumpang

Kerusakan tersebut akibat galian pipa milik PDAM beberapa tahun lalu. Pipa PDAM yang ditanam di sepanjang sisi jalan seringkali bocor. Untuk mengatasinya, pihak PDAM menggali kembali sehingga berdampak pada kerusakan badan jalan yang kemudian meluas dan diperparah karena sering dilintasi truk pengangkut galian C.

Selain itu, di depan pasar Jijiem, kerusakan badan jalan persis terjadi di persimpangan jalan masuk menuju ke sungai, tempat keluar masuk truk pengangkut galian C. Tiga lobang besar terlihat memenuhi badan jalan selebar lima meter itu. Lobang tersebut berkedalaman sekitar 20 sentimeter.

Beberapa peristiwa kecelakaan pernah terjadi akibat pengendara tak mampu menghindari lobang saat melintas.

Kerusakan paling parah lainnya, terjadi di badan jalan dekat jembatan Toke Teh Jijiem.  Sepanjang 100 meter badan jalan di kawasan itu dipenuhi dengan lobang besar dan dalam, bahkan aspal sama sekali tak terlihat.

Pengguna jalan merasa sangat terganggu dengan kondisi tersebut. Jika hujan, air tergenang menutupi badan jalan, pengendara pun harus berhati-hati karena lobang dengan kedalaman bervariasi tidak terlihat.

Zainal, pengguna jalan mengaku sangat resah dengan kondisi jalan lintas menuju Kabupaten Aceh Barat tersebut. “Jika hujan jalan berlumpur, tiada hujan berdebu. Pemerintah seakan menutup mata melihat hal ini, tanpa memperbaiki dengan mengaspal kembali,” kata Zainal, Selasa (29/3/2016).

Menurutnya, kerusakan badan jalan tersebut sudah sejak 10 tahun yang lalu, bahkan beberapa kali menjadi bahan kampanye.

“Saat pilkada 2012 lalu, katanya jalan ini akan dibangun pada tahun 2013, namun hingga sekarang belum pernah terealisasi,” lanjut Zainal.

Zainal berharap pemerintah untuk segera memperbaikinya. “Jangan sampai jalan rusak ini akan kembali menjadi janji kampanye 2017 nanti,” pungkas Zainal.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here